SerambiIndonesia/

Makam Permaisuri Sultan Iskandar Muda tak Terurus, Jangan Sampai Kasus Gampong Pande Terulang

Puteri Sendi Ratna Indera atau Peutroe Sani adalah anak kandung Teungku Chik di Reubee dan permaisuri pertama Sultan Iskandar Muda Meukuta Alam

Makam Permaisuri Sultan Iskandar Muda tak Terurus, Jangan Sampai Kasus Gampong Pande Terulang
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Filolog Aceh, Hermansyah, berkunjung ke makam Putroe Tsani di Gampong Meunasah Reuntoh, Reubee, Delima, Pidie, Rabu (13/9/2017) 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Berita tentang tidak terurusnya makam Puteri Sendi Ratna Indera (Putroe Tsani), permaisuri pertama Sultan Iskandar Muda, yang dilansir media ini, Kamis (14/9/2017), mendapatkan beragam tanggapan dari warganet (netizen).

Salah satunya adalah anggota DPR Aceh, Asrizal H Asnawi yang menuliskan komentarnya pada kolom komentar di bawah berita berjudul “Melihat Makam Putroe Tsani, Permaisuri Sultan Iskandar Muda, Kondisinya Menyedihkan”.

Asrizal berharap kepada dinas terkait (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) agar memberikan perhatian lebih kepada situs-situs bersejarah di Aceh. Salah satunya dengan cara memasang tanda khusus serta penjelasan singkat tentang siapa dan bagaimana pada setiap situs bersejarah.  

“Pemasangan plang nama di situs bersejarah ini sangat diperlukan, agar kasus kisruh pembangunan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di areal pemakaman ulama dan sultan Kerajaan Aceh di Gampong Pande, Banda Aceh tidak terulang di tempat lain,” kata Asrizal yang dikonfirmasi via telepon.

(Baca: Proyek IPAL Stop Sementara)

Ketua Fraksi PAN DPRA ini menambahkan, DPRA akan memberikan kuota anggaran khusus demi menjaga sejarah dan menghormati leluhur yang telah membuat peradaban dan kejayaan di zamannya.

(Baca: Ketua Komisi X DPR Akan Bawa Masalah Gampong Pande dalam Rapat Kerja dengan Mendikbud)

Sekadar diketahui, Puteri Sendi Ratna Indera atau Peutroe Sani adalah anak kandung Maharaja Lela Daeng Mansur (Teungku Chik di Reubee) dan permaisuri pertama Sultan Iskandar Muda Meukuta Alam.

"Putroe Tsani ini adalah ibunda dari Sultanah Safiatuddin. Setelah beliau meninggal, Sultan Iskandar Muda menikah dengan Puteri Pahang," kata Hermansyah, ahli naskah kuno Aceh kepada Serambinews.com di lokasi makam tersebut, di Gampong Reuntoh, Kemukiman Reubee, Kecamatan Delima, Pidie, Rabu (13/9/2017).

Mantan Gubernur Aceh, Ali Hasyimi dalam sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 1988 menulis, dia yang datang ke Reubee bersama rombongannya, merupakan orang pertama yang menemukan makam Putroe Tsani ini.

Ali Hasyimi menceritakan butuh perjuangan berat untuk menemukan keberadaan makam dari anak kandung Tgk Chik di Reubee ini.

Menurut sebuah sumber, bahwa istri Daeng Mansur (Tgk Chik di Reubee) adalah puteri raja Hussein Syah (Raja Muda Pidie), jadi mertua Daeng Mansur adalah mamandanya sendiri, yaitu Raja Hussein Syah, adik ayahandanya (Maharaja Diraja).

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help