SerambiIndonesia/

Lagi, Mantan GAM Serahkan Senpi ke Dandim Aceh Barat

Penyerahan senjata api (senpi) dari mantan anggota GAM terus dilakukan di Aceh Barat

Lagi, Mantan GAM Serahkan Senpi ke Dandim Aceh Barat
Muhibbus Sabri alias Tgk Seulimum, mantan anggota komando pusat GAM (kanan) menyerahkan senjata api (senpi) SS1 miliknya kepada Dandim 0105 Aceh Barat Letkol Inf Herry Riana Sukma di Makodim setempat, Sabtu (16/9). 

MEULABOH - Penyerahan senjata api (senpi) dari mantan anggota GAM terus dilakukan di Aceh Barat. Kali ini, mantan anggota komando pasukan GAM Pusat, Tgk Seulimum menyerahkan sepucuk senpi jenis SS1 ke Dandim 0105 Aceh Barat, Letkol Inf Herry Riana Sukma di Meulaboh, Sabtu (16/9).

Penyerahan senpi laras panjang yang masih aktif bersama magazen dan amunisi 17 butir tersebut turut disaksikan Pasi Intel Kodim 0105 serta sejumlah perwira Kodim. Penyerahan senpi ke Dandim, kemarin merupakan yang kedua kali dalam pekan ini setelah sebelumnya, Senin 11 September 2017 mantan GAM di Aceh Barat juga menyerahkan sepucuk senpi AK-56. Sedangkan pada 14 September 2017, mantan gubernur GAM juga menyerahkan sepucuk senpi M-16 ke Kapolres Aceh Barat.

Senpi laras panjang SS1 yang diserahkan kemarin setelah sebelumnya diupayakan pendekatan oleh anggota TNI dari Kodim Sertu Zainuddin dan Sertu Muhammad kepada Tgk Seulimuem.

Senpi tersebut selama ini disimpan oleh Tgk Seulimuem di satu tempat di Kecamatan Woyla, Aceh Barat setelah dibawa dari Aceh Besar sekitar tahun 2011. Tgk Seulimuem yang bernama asli Muhibbus Sabri (45) sehari-hari sebagai pedagang di Meulaboh.

Dandim Aceh Barat, Letkol Herry Riana Sukma kepada wartawan mengatakan penyerahan senpi tersebut setelah anggotanya melakukan pendekatan kepada mantan GAM yang dilaporkan masih menyimpan senpi. „Penyerahan senpi itu atas kesadaran sendiri. Senjata itu merupakan sisa konflik Aceh yang selama ini disimpan oleh mereka,“ kata Dandim Aceh Barat.

Letkol Herry mengatakan, senpi yang diserahkan Tgk Seulimuem masih aktif dan masih bagus yang disimpannya sejak dirinya berada di Meulaboh pada 2011. Saat konflik Aceh, Tgk Seulimum merupakan anggota GAM Pusat yang di-BKO-kan ke wilayah Aceh Barat dan Aceh Jaya.

Dikatakannya, dengan penyerahan senpi tersebut diharapkan senjata api ini tidak disalahgunakan. Demikian juga kepada masyarakat, Dandim menyerukan agar yang mengetahui atau yang menguasai senjata api secara ilegal baik peninggalan masa konflik dan lainnya untuk diserahkan kepada TNI.

Tgk Seulimuem kepada wartawan di Makodim Aceh Barat menjelaskan, senjata api yang diserahkannya itu dibeli dengan harga Rp 29 juta sekitar tahun 2000. Senjata itu digunakan ketika Aceh sedang konflik bergabung dengan GAM yang di-BKO ke wilayah Aceh Jaya dan Aceh Barat. „Saya asli dari Aceh Besar dan Bireuen. Sejak tahun 2011 saya ke Meulaboh dan membawa senjata itu kemudian saya simpan di satu tempat di Aceh Barat ini,“ kata Tgk Seulimuem yang mengaku juga sebagai tim khusus Irwandi Yusuf.

Diakuinya, sejak Aceh damai tidak pernah lagi dia menggunakan senjata api tersebut. „Atas kesadaran sendiri saya serahkan senjata itu ke Kodim Aceh Barat sehingga tidak jatuh ke tangan yang tidak berhak,“ demikian Tgk Seulimuem.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help