SerambiIndonesia/

Waspadai Kecurangan setelah Tahapan Ini

KOORDINATOR Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mengapresiasi pelaksanaan ujian CPNS

Waspadai Kecurangan setelah Tahapan Ini
SERAMBI/BUDI FATRIA
Peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Aceh tingkat S1 mengikuti ujian dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) di Kampus Abulyatama, Aceh Besar, Senin (11/9/2017). 

KOORDINATOR Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mengapresiasi pelaksanaan ujian CPNS S1 Kanwil Kemenkumham dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang berlangsung secara transparan dan akuntabel. Ia berharap, pada tahapan selanjutnya, hal yang sama juga akan berlaku sehingga seleksi CPNS ini benar-benar bersih.

„Tahapan selanjutnya ini adalah titik paling krusial, jadi kita minta jangan ada yang main mata. Terutama di intansi bersangkutan, saat tahapan yang tidak lagi ditentukan dengan aplikasi, melainkan dengan kebijakan intansi tersebut, baik di daerah atau pun pusat,“ kata Alfian saat diwawancarai Serambi, tadi malam.

Alfian mengatakan, semua berharap hasil seleksi CPNS jalur S1 dan jalur SLTA Kanwil Kemenkumham Aceh kali ini benar-benar menghasilkan orang-orang yang punya integritas, karena selama ini wilayah Kemenkumham di Aceh menjadi sorotan publik. „Coba lihat di lapas, tahanan mudah dilepaskan, begitu juga dengan kebijakan-kebijakan Kemenkumham Aceh yang terus menjadi sorotan,“ katanya.

Menurut Alfian, jika keputusan lulus atau tidaknya CPNS dalam tahapan selanjutnya tidak lagi ditentukan dengan sistem atau apikasi, melainkan dengan kebijakan instansi, MaTA melihat tahapan itu rawan dengan kecurangan. Oleh sebab itu, MaTA mengajak semua instansi terkait untuk mengawasi proses rekrutmen atau seleksi CPNS ini dengan ketat.

„MaTA juga akan ikut mengawasi proses seleksi ini hingga ke tahap terakhir, selain mengawasi kita juga akan menerima pengaduan dari peserta atau pihak lain, jika menengarai ada kecurangan-kecurangan. Karena itu, mari kita awasi bersama-sama,“ pungkas Alfian. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help