Puluhan Warga Pidie Jaya Datangi Gedung DPRK, Minta Dewan Segera Panggil Orang-Orang Ini

BPBD dan perusahaan tersebut mengumumkan hasil seleksi melalui pesan singkat (SMS) ke ponsel pribadi yang dituju.

Puluhan Warga Pidie Jaya Datangi Gedung DPRK, Minta Dewan Segera Panggil Orang-Orang Ini
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Puluhan peserta seleksi tenaga fasilitator Rehabilitasi dan Rekontruksi Gempa Pijay berdelagasi ke DPRK, Selasa (18/9/2017). Mereka menilai proses perekrutan tidak transparan. 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Puluhan warga Pidie Jaya (Pijay) yang merupakan peserta ujian perekrutan tenaga pendamping Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gempa Pijay, Senin (18/9/2017) berdelegasi ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.

Mereka menuntut anggota dewan segera memanggil dan memintai penjelasan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta perusahaan perekrut tenaga pedamping tersebut.

Mereka disambut Ketua DPRK, Armia Harun, dan anggota lainnya seperti Tgk Musri M Ali SPd, Tgk Yusri Abdullah, Hasan Basri ST MT, Riadi Muhammad, Muslim M Adam dan Syarbaini SE.

"Kami minta Dewan memanggil BPBD dan pihak perusahaan yang merekrut tenaga kerja untuk dimintai penjelasan, karena BPBD dan perusahaan itu tidak transparan dalam proses perekrutan tenaga pendamping," kata Muliadi (30),  koordinator warga, kepada Serambinews.com, Senin (18/9/2017).

(Baca: Penguman Tenaga Fasilitator BPBD Pijay Dianggap tidak Terbuka, Ini Faktanya)

Menurut Muliadi, BPBD dan perusahaan itu tidak transparan dalam mengumumkan peserta yang lulus tes seleksi. Biasanya pengumuman dilakukan di media cetak.

Namun, dalam pelaksanaannya, BPBD dan perusahaan tersebut mengumumkan hasil seleksi melalui pesan singkat (SMS) ke ponsel pribadi yang dituju.

"Ini jelas sangat tidak transparan, dan kami telah didhalimi dengan trik yang tidak sehat," jelasnya.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved