SerambiIndonesia/

Tafakur

Pengumpul Harta

Sungguh merugi kalau hidup hanya dikerahkan untuk semata-mata mengumpulkan harta

Pengumpul Harta
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Celaka besar bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan
harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat
mengekalkannya. Sama sekali tidak!” (QS. Al Humazah: 1-4).

Sungguh merugi kalau hidup hanya dikerahkan untuk semata-mata
mengumpulkan harta. Cara hidup demikian bukan hanya bisa membuat diri
kikir, tetapi juga tak mau peduli halal haram harta.

Tak mau tahu kalau rumah dibangun dengan uang haram. Rumah seharusnya
menjadi tempat beribadah dan beramal untuk kehidupan akhirat. Juga tak
mau peduli saat anak-anak disuap dengan makanan dari nafkah yang
dicari dengan cara haram. Itulah orang-orang yang sudah mabuk harta
dan disebut manusia celaka.

Orang-orang yang mabuk harta juga merasa sangat berat untuk
menyisihkan sebahagian hartanya untuk mengeluarkan zakatnya atau
membantu orang lain. Hal itu dianggap bisa mengurangi harta yang
sudah dimiliki. Kalau pun mau diberikan, bukan mencari ridha Allah
tetapi karena mengharapkan pujian dari manusia atau menutupi
kebobrokan caranya mengumpulkan harta.

Padahal sesungguhnya anggapan bahwa menyumbang sebahagian untuk orang
lain akan berkurang harta, sama sekali tidak benar. Itu anggapan
orang-orang yang memandang rezeki bukan berasal dari Allah. Padahal
telah diingatkan dalam Alquran bahwa rezeki sesungguhnya berasal dari
Allah.

Anggapan yang benar adalah semakin banyak dibagi untuk orang lain,
harta semakin berkah dan bertambah. Sebab, Allah akan semakin banyak
lagi menitipkan harta sekaligus kebahagiaan hidup untuk orang-orang
yang dermawan hatinya. Hati yang lapang sungguh menyenangkan.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help