SerambiIndonesia/

BI Teliti Komoditi UMKM di Banda Aceh

Bank Indonesia (BI) bekerja sama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh

BI Teliti Komoditi UMKM di Banda Aceh
Ibu Negara Iriana Jokowi (kedua kanan) bersama Istri Wapres Mufidah Jusuf Kalla (ketiga kiri) meninjau stan Pameran Karya Kreatif Indonesia usai pembukaannya di JCC, Jakarta, Jumat (18/8). Pameran tersebut menampilkan kain dan kerajinan UMKM binaan Bank Indonesia. ANTARA /Akbar Nugroho Gumay 

BANDA ACEH - Bank Indonesia (BI) bekerja sama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melakukan penelitian terhadap komoditi, produk dan jenis usaha unggulan (KPJU) UMKM di Banda Aceh.

Ada 10 komoditas lintas sektor yang diteliti, seperti pariwisata, kuliner, jasa, transportasi, perikanan, industri pengolahan, perdagangan dan pertanian yang kemudian ditetapkan sebagai produk unggulan dari Banda Aceh.

Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakota Banda Aceh, Iskandar SSos MSi, di ruang rapat Sekdakota Banda Aceh, Senin (25/9).

FGD tersebut diikuti oleh Deputi Kepala perwakilan BI Aceh, Teuku Munandar, perwakilan BNI, Bank Aceh, Kabag Perekonomian, Muhammad Ridha SSTP MT MSc dan dinas terkait di jajaran Pemko Banda Aceh.

Cepi dari IPB menyampaikan pihaknya melakukan penelitian di sembilan kecamatan di Banda Aceh untuk melihat langsung komoditi UMKM yang ada di Banda Aceh, dan akan dinilai untuk ditetapkan sebagai produk unggulan.

Produk unggulan ini, lanjutnya, akan dibina oleh Pemko bersama BI dan didorong untuk terus berkembang, sehingga menghasilkan produk dengan standar tertentu yang kemudian dapat bersaing dengan produk dari daerah dan negara lain.

Sementara Deputi Kepala Perwakilan BI Aceh, Teuku Munandar mengatakan IPB sudah ditetapkan menjadi mitra dalam rangka melakukan penelitian komoditas unggulan UMKM diseluruh Indonesia. Menurutnya, dari sisi tugas BI memang tidak terkait langsung, namun BI merasa harus ikut terlibat karena produk UMKM perlu dibina dalam rangka memberdayakan masyarakat ekonomi kecil dan menengah.

Sedangkan Asisten Perkonomian dan Pembangunan Setdakota Banda Aceh, Iskandar SSos MSi menambahkan selama ini pihaknya sudah pernah melakukan pembinaan terhadap perajin dan UMKM di Banda Aceh dengan berbagai program.

“Kita sudah memulai dengan program One Village One Product (OPOV). Sudah ada 846 produk dan sudah ada 50 produk yang sudah go nasinoal dan internasional. Pemerintah juga sudah memberdayakan mereka dengan kredit usaha rakyat (KUR),” ujar Iskandar.

Ia menambahkan pelaku UMKM di Banda Aceh juga menemui sejumlah kendala dalam mengembangkan usahanya, terutam persoalan modal dan akses pasar. “Maka dengan adanya BI dan perbankan dalam program ini akan menemukan solusi yang akhirnya bisa membantu UMKM,” tutup Iskandar. (una/rel)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help