SerambiIndonesia/

Tafakur

Perilaku Islami

Antara ajaran Islam dan perilaku orang-orang yang menganutnya seharusnya selaras

Perilaku Islami

Oleh: Jarjani Usman

“Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat” (HR. Tirmizi).

Antara ajaran Islam dan perilaku orang-orang yang menganutnya seharusnya selaras. Maksudnya, bagaimana cara berkehidupan diatur dalam Islam, begitulah sepatutnya perilaku para penganutnya. Namun harus diakui bahwa banyak perilaku yang tidak Islami atau bahkan berlawanan atau bahkan menghancurkan Islam.

Seperti di saat azan magrib sedang berkumandang, banyak orang lebih memilih tetap duduk-duduk di warung kopi, mengurus binatang ternak, bekerja di kebun, dan lain-lain, ketimbang melaksanakan shalat. Akibatnya, yang shalat di masjid hanya beberapa orang. Hal ini bermakna bagi orang-orang seperti itu, diakui atau tidak, bahwa segelas kopi lebih berharga dari pada shalat magrib. Bagi orang yang masih bekerja mengurus kebun dan hewan ternak, ini berarti bahwa pekerjaan itu lebih besar maknanya dari pada pergi bersujud, memperhambakan diri, dan berdoa kepada Ilahi Rabbi.

Padahal berapalah harga kenikmatan segelas kopi atau mengurus ternak atau melanjutkan kerja di kebun, dibandingkan dengan melaksanakan shalat Maghrib? Shalat Maghrib bukan hanya melaksanakan kewajiban sehingga terhindar dari dosa, tetapi juga memperoleh pahala besar bila dilakukan secara berjamaah. Bahkan, shalat, termasuk shalat Maghrib, bisa menjadi bagian dari upaya menegakkan agama. Sedangkan tak melaksanakannnya termasuk perbuatan meruntuhkan agama.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help