SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Kupi Beungoh

Abusyik, Lihatlah Reubee, Keumala, Gigieng, Di Sana Banyak Jejak Sejarah

Lihatlah Reubee, Garot, Keumala, Lamlo, Gigieng, dan lain lain, di mana generasi sekarang buta pengetahuan akan kampungnya sendiri.

Abusyik, Lihatlah Reubee, Keumala, Gigieng, Di Sana Banyak Jejak Sejarah
Tarmizi A Hamid 

Pidie adalah keraton kedua setelah Kerajaan Aceh Darussalam.

Namun kebesaran Pedir yang begitu mencerahkan dalam catatan sejarah, seolah-olah tenggelam begitu saja tanpa yang mau peduli.

Abusyik dan Fadlullah sebagai kepala pemerintahan baru sekarang, harus membuka mata tentang terkuburnya aset sejarah dan kebudayaan ini.

Lihatlah Reubee, Garot, Keumala, Lamlo, Gigieng, dan lain lain, di mana generasi sekarang buta pengetahuan akan kampungnya sendiri.

Pembangunan ini harus dilaksanakan secara ikhlas dan bersungguh sungguh, demi tercurahnya inpirasi kehidupan jati diri Pidie.

Bagaimana rakyat terinspirasi akan kepedulian sosial budayanya, kalau mereka jati diri dan identitas daerah sendiri tidak tau?

Nah starting bidang ini yang akan memulihkan generasi sekarang, memulai dengan kehidupan dapat mengenal diri sendiri.

Semua program perlu dan rakyat membutuhkan, tapi kalau rakyat tidak berbudaya dan kabur akan kedaerahannya, maka yang lain juga akan hancur.

Di mata orang orang cerdas, pondasi sebuah daerah adalah identitas diri. Agama dan dikelilingi oleh adat dan budaya, tentu ini dibangun dari karakter dasar kesejarawannya.

Saya sebagai putra Pidie merasa prihatin atas kemiskinan bidang ini, padahal aset kekayaan budaya dan sejarahnya terukir dalam sejarah dunia tentang kebesaran Pidie.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help