SerambiIndonesia/

KPPBC Sabang Minta Dukungan Pendirian Pos Lalu Bea

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kota Sabang, Koen Rahmanto

KPPBC Sabang Minta Dukungan Pendirian Pos Lalu Bea
Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, Banda Aceh menurunkan 42 sak gula ilegal yang disita dari pemasok dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh SERAMBI/M ANSHAR 

SABANG - Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kota Sabang, Koen Rahmanto mengajak masyarakat mendukung pendirian Pos Lalu Bea di Sabang. Pendirian Pos Lalu Bea ini merupakan bentuk memperjuangkan hak masyarakat dalam memperoleh bebas bea masuk dan pajak barang impor.

Koen Rahmanto menyampaikan hal ini dalam Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Pentingnya Pembentukan Kantor Pos Lalu Bea di Sabang”. FGD itu berlangsung di Sabang, Rabu (27/9). FGD ini dilaksanakan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat terhadap Pos Lalu Bea.

“Karena itu pihak KPPBC Sabang bersama pemerintah, perusahaan jasa, dan masyarakat akan terus memperjuangkan penetapan Kantor Pos Lalu Bea yang ditunjuk di Kota Sabang,” katanya.

Menurutnya, pengiriman barang impor selama ini diselesaikan di Banda Aceh. Namun, karenakan Banda Aceh bukan termasuk dalam kawasan perdagangan bebas, maka bea masuk dan pajak impor harus dibayarkan sesuai aturan PMK Nomor 182 tahun 2016.

Sedangkan keberadaan Kantor Pos Lalu Bea di kawasan bebas, seperti Sabang, setiap barang masuk dari luar negeri apabila dikirim melalui Pos Lalu Bea yang berada di kawasan bebas, maka akan di bebaskan bea masuk dan pajak impornya serta perizinan, sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 47 tahun 2012 dan Nomor 120 tahun 2017.

Contohnya HP yang dibeli secara online dari luar negeri seharga Rp 10.000.000 dengan tujuan pengiriman ke Sabang. Biasanya dikenakan bea masuk dan pajak impor hampir mencapai Rp.3.000.000. Namun, dikarenakan dikirim melalui Jasa Pos ke daerah Kawasan Bebas Sabang, maka bea masuk dan pajak impor tersebut dihapuskan alias gratis.

Hal ini jika di kawasan bebas Sabang terdapat fasilitas Pos Lalu Bea, sehingga keberadaan kantor Pos Lalu Bea di Sabang akan sangat bermanfaat dan berguna untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sabang.

“Dalam arti yang lebih sederhana, masyarakat Sabang akan mendapatkan kebebasan bea masuk dan pajak impor pada setiap barang berasal dari luar negeri ke Sabang, dengan mematuhi jumlah maksimal USD 1.500 per transaksi per orang, maka barang-barang luar negeri akan kembali mewarnai pasar - pasar Sabang untuk dijadikan komoditi souvenir dalam wisata belanja (duty free Shop),” demikian Koen Rachmanto. (az)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help