SerambiIndonesia/

Mengerikan, Banyak Remaja Jadi Penjahat

Pekan ini kepolisian di Aceh Utara menahan dua remaja sebagai tersangka begal sekaligus pencuri

Mengerikan, Banyak Remaja Jadi Penjahat
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Remaja begal ditangkap 

Pekan ini kepolisian di Aceh Utara menahan dua remaja sebagai tersangka begal sekaligus pencuri sepeda motor. Walau kita sebut remaja, tapi usia mereka tidak lagi di bawah umur, sebab sudah berusia antara 17-19 tahun. Mereka, adalah penjahat jalanan yang tak segan-segan menghadang dan melukai korbannya menggunakan senjata tajam seperti parang.

Dari anak muda belia yang diduga pembegal itu, polisi menemukan beberapa barang bukti yang disangka sebagai hasil kejahatan serta alat-alat yang dipakai untuk melancarkan aksi jahatnya di jalanan. Di antara barang bukti yang diduga hasil kejahatan itu adalah beberapa sepeda motor.

Selain soal tersangka, menarik juga kita cermati tentang korbannya. Menurut polisi, di antara korban remaja pembegal tadi adalah juga seorang remaja yang mengendarai sepeda motor sendirian pada tengah malam atau sekitar pukul 23.00 Wib. Syukur, remaja ini terselamatkan karena kebetulan ada warga lain melintas ketika ia sedang berhadapan dengan begal berparang. Tapi, sebelum kabur, sang begal sempat merusak sepeda motor korbannya.

Untuk dipahami, begal adalah usaha perampokan, perampasan, pemerasan, ataupun penjambretan yang dilakukan secara paksa oleh seseorang atau sekelompok orang disertai dengan tindak kekerasan. Jadi, para pembegal itu biasanya menggunakan senjata tajam atau senjata api.

Makanya, aksi begal sangat meresahkan masyarakat, terutama yang sudah menjadi korban. Mereka tidak hanya kehilangan barang yang dimilikinya, akan tetapi juga mengalami luka fisik, psikologis, dan ada juga yang sampai kehilangan nyawanya. Begal mengakibatkan trauma yang mendalam bagi sang korban dikarenakan korban mengalami suatu kejadian yang tanpa sengaja dan ditambah lagi dengan kekerasan yang menimpanya.

Dari banyak kasus yang terungkap, telah ditemukan “benang merah” antara kekhawatiran masyarakat terhadap kejahatan kekerasan dengan kecemasan mereka pada meluasnya peredaran narkoba di daerah ini. Terlibatnya remaja pada banyak kasus kejahatan, erat kaitan dengan narkoba.

Kemudian, muncul pertanyaan: Siapa yang mesti bertanggung jawab atas terlibatnya banyak remaja sebagai pelaku kejahatan?

Berikut kita simpulkan pendapat kalangan psikolog, kriminolog, dan sosiolog untuk menjawab pertanyaan itu. Jawabannya begini, anak-anak nakal adalah mereka yang tidak memiliki keterikatan dengan orang tuanya, sekolahnya, dengan norma hukum dan ajaran agama. Sebaliknya dikatakan bahwa keterikatan positif dengan orang tua, sekolah, dengan norma hukum dan ajaran agama merupakan faktor penting pencegah remaja dari berbagai tindakan menyimpang. Beberapa penelitian telah membuktikan hal tersbeut.

Pesan pentingnya, orang tua harus menjaga dan mengawasi proses tumbuh kembang anak-anaknya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help