SerambiIndonesia/

Tafakur

Pengkhianat Amanah

Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh kebohongan, saat itu pendusta dibenarkan

Pengkhianat Amanah

Oleh Jarjani Usman

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh kebohongan, saat itu pendusta dibenarkan, orang-orang yang benar justru didustakan; pengkhianat diberikan amanah, orang yang dipercaya justru dikhianati, dan Ar-Ruwaibidhah berbicara.” Ditanyakan, “Apa itu Ar-Ruwaibidhah?” Beliau bersabda, “Orang bodoh yang ikut campur dalam mengurusi orang banyak” (HR. Ibnu Majah).

Sudah bukan rahasia lagi lagi kalau sebahagian pemimpin mengkhianati amanah yang telah diberikan kepadanya. Tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Orang-orang yang tak punya kemampuan yang memadai di bidangnya dan malas belajar dan bekerja direkrut sebagai pengajar atau pendidik melalui jalur rekomendasi para pemimpin rakyat yang gemar berkhianat.

Tentunya yang direkomendasi adalah anggota keluarganya sendiri, saudara-saudaranya atau orang-orang yang dianggap dekat dengannya, tanpa peduli kemampuan dan pengalamannya. Juga tak mau peduli ada calon-calon lain yang lebih mampu secara keilmuan, ketrampilan, dan pengalaman. Tujuannya bukan memperbiki kualitas pendidikan, tetapi memberi pekerjaan kepada anggota keluarga dan orang-orang dekatnya. Akibatnya, terjadilah pembohongan-pembohongan dalam dunia pendidikan, yang selanjutnya berdampak buruk yang lama terhadap kualitas pendidikan rakyat.

Meskipun demikian, para pemimpin seperti itu juga terus gencar menyuarakan upaya-upaya peningkatan kualitas pendidikan. Perbuatan pemimpin seperti itu sama halnya seperti melempar jarum kecil ke dalam tumpukan jerami besar, yang selanjutnya disuruh orang lain untuk menemukannya. Juga seperti benang yang telah sengaja dibuat sangat kusut, sehingga disuruh orang lain untuk bekerja untuk melepaskan (kekusutan)nya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help