Forkopimda akan Bahas Lagi

Setelah sebulan lebih Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pidie mengeluarkan

Forkopimda akan Bahas Lagi
Anggota TNI membantu menyerang sepeda motor yang melintasi jalan Meulaboh-Geumpang di Km 84 Sungaimas Aceh Barat longsor sehingga jalur di wilayah itu lumpuh total, Rabu (1/3). 

* Tambang Ilegal di Geumpang

SIGLI - Setelah sebulan lebih Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pidie mengeluarkan imbauan pelarangan kegiatan di tambang ilegal Geumpang, Pidie, namun aktivitas di tambang liar di Geumpang itu masih saja berlangsung. Saat ini Forkopimda Pidie berencana duduk kembali untuk membahas persoalan tersebut.

Bupati Pidie Roni Ahmad yang akrab disapa Abusyik kepada Serambi, Jumat (29/9) menyebutkan, imbauan pihaknya sebulan yang lalu bukanlah dimaksudkan menghentikan aktivitas, melainkan hanya untuk menertibkan. Tujuannya untuk menghindari risiko musibah, termasuk banjir dan pencemaran lingkungan. “Sekarang saya balik bertanya, apakah masyarakat sudah terjamin hidupnya dengan kegiatan tambang itu? Kalau tambang itu menjamin, ayo ramai-ramai kita ke Geumpang. Kalau di situ menjamin kemakmuran, ayo kita ke sana semua,” ujar Abusyik via ponsel, yang mengaku dalam perjalanan pulang ke Aceh dari Balikpapan. Dirinya tidaklah melarang masyarakat untuk mencari emas atau bahan mineral lainnya. “Saya tidak benarkan masyarakat melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya. Boleh menambang, tapi sesuai prosedur dan ada izin berlaku,” tutur Abusyik. Pihaknya akan membahas kembali persoalan tersebut bersama dengan unsur Forkopimda lainnya.

Secara terpisah, Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya, Kamis (28/9) mengatakan, pihaknya akan mengadakan rapat bersama Forkopimda terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan.

Kata dia, surat imbauan tentang larangan tambang emas ilegal dalam kawasan Kabupaten Pidie yang telah dikeluarkan pada 31 Juli lalu merupakan kesepakatan bersama Forkopimda.

“Dalam waktu dekat ini, kami dari Forkopimda akan duduk bersama untuk membahas tindakan selanjutnya,”ujarnya. Sebagaimana diketahui, surat imbauan tentang larangan melakukan penambangan emas secara ilegal dikeluarkan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pidie pada 31 Juli 2017.

Di sisi lain, Bupati Pidie Roni Ahmad menguraikan, aktivitas pertambangan ilegal di kawasan tersebut telah menimbulkan dampak lingkungan di kawasan pegunungan Kecamatan Geumpang.

“Kami lakukan semata-mata untuk keselamatan masyarakat. Pemerintah bermaksud baik dengan mengeluarkan surat imbauan larangan tersebut. Untuk menyelamatkan masyarakat dan lingkungan setempat,” katanya.

Roni menjelaskan, imbauan yang telah disepakati Forkopimda Kabupaten itu juga berdasarkan arahan dan instruksi Gubernur Aceh, yakni meminta pemkab setempat segera melakukan upaya penyelamatan lingkungan di kawasan pegunungan itu.

“Itu atas dasar instruksi Pak Gubernur Irwandi, kemudian kami melihat aktivitas tambang ilegal sangat menganggu lingkungan. Bahkan, limbah tambang emas ilegal itu telah mencemari sumber mata air di kawasan Pidie,” sebutnya.

Selanjutnya imbauan dikeluarkan dan diteken forkopimda, mulai dari bupati, kapolres, dandim, kejari, dan unsur Muspida lainnya.(aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help