SerambiIndonesia/

Muyen Terancam 15 Tahun Penjara

Muyen alias Jefri (28), pria asal Desa Matang Peureulak, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur

Muyen Terancam 15 Tahun Penjara

LHOKSUKON - Muyen alias Jefri (28), pria asal Desa Matang Peureulak, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur yang didor polisi di bagian kaki kanannya, terancam hukuman 15 tahun penjara dalam kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Pria itu dilumpuhkan polisi karena mencoba merampas senjata api (senpi) milik polisi yang hendak menangkapnya di rumah istri pelaku, di kawasan Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara pada Sabtu (16/9) lalu.

Muyen sudah lama menjadi buronan polisi setelah dilaporkan dalam kasus asusila pada April 2016. “Tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi, kemarin.

Dijelaskan dia, untuk merampungkan berkas kasus tersebut, penyidik sudah memintai keterangan dari tersangka dan juga dari dari sejumlah saksi. Selain itu, penyidik juga sudah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Aceh Utara, sehingga bila berkasnya sudah rampung langsung bisa dilimpahkan ke jaksa.

“Sejauh ini, memang belum ditemukan ada korban lain kasus tersebut yang melibatkan tersangka. Namun, kita mengimbau kepada warga bila ada keluarganya yang menjadi korban dalam kasus asusila tersebut, supaya bisa melaporkan ke polisi. Penyidik pasti akan merahasiakan identitas pelapor dan korban,” pungkas Kasat Reskrim.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help