BKPH Tangkap Truk Kayu Ilegal

Tim Bagian Kesatuan Penggelolaan Hutan (BKPH) Krueng Meureubo, Aceh Barat, Jumat (29/9) subuh

BKPH Tangkap Truk Kayu Ilegal
Polisi hutan yang bertugas di Kesatuan Pengaman Hutan (KPH) wilayah IV Aceh Barat, hingga Sabtu (30/9) kemarin masih mengamankan ratusan batang kayu ilegal setelah sebelumnya berhasil ditangkap pada Jumat (29/9) jelang subuh sekitar pukul 04.00 WIB di ruas jalan di lintasan Meulaboh-Tutut kawasan Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI. 

* Rencananya akan Dipasarkan ke Panglong

MEULABOH - Tim Bagian Kesatuan Penggelolaan Hutan (BKPH) Krueng Meureubo, Aceh Barat, Jumat (29/9) subuh menangkap satu truk berisi kayu yang diduga hasil dari perambahan hutan di kawasan jalan Meulaboh - Tutut di Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat.

Kayu jenis olahan yang berjumlah 10 kubik lebih itu hingga kemarin masih diamankankan di Kantor Penggelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Aceh di Meulaboh. Pihak BKPH dan KPH juga menangkap sopir dan kernet truk tersebut. Keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif di KPH untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kayu tangkapan saat ini masih kita amankan di KPH,” kata Kepala KPH Aceh Barat Usman SH kepada Serambi kemarin. Dia sebutkan penangkapan kayu tersebut dilakukan setelah tim mendapat laporan bahwa ada satu truk membawa kayu dari arah Kecamatan Sungaimas tujuan Meulaboh.

Tim bergerak cepat sehingga berhasil menangkapnya di kawsaan Desa Marek Kecamatan Kaway XVI. “Ketika diminta memperlihatkan dokumen mereka tidak dapat menunjukkannya sehingga kita amankan untuk proses hukum,” ujarnya.

Usman menjelaskan kayu yang berjumlah 10 kubik lebih itu diduga hasil ilegal logging (perambahan hutan) yang akan dipasarkan pelaku di kawasan Meulaboh melalui panglong. Dikatakannya kasus ini akan diusut sesuai hukum yang berlaku. “Kita juga akan memintai keterangan dari pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Sebelumnya Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Aceh dan Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Krueng Meureubo juga mengamankan 5,1 kubik kayu diduga hasil pembalakan liar. Kayu berjumlah 71 batang jenis semantok/merante tersebut ditemukan tidak bertuan di Desa Panton Bayam Kecamatan Beutong, Nagan Raya.

Kayu tersebut ditemukan pada Jumat sore dan Minggu (17/9) sudah diamankan ke KPH Wilayah IV di Meulaboh. “Setelah diselidiki tidak ada yang mengakui siapa pemiliknya. Ke depan akan kita lelang kayu temuan di Nagan Raya itu,” kata Usman kepada Serambi kemarin. Menurutnya lokasi penemuan merupakan hutan produksi yang di sampingnya hutan lindung. “Besar dugaan kita kayu tersebut ditebang di hutan lindung. Sebab ketika tim patroli yang memiliki kayu itu melarikan diri,” katanya. Ia mengatakan penemuan kayu tersebut akan disampaikan juga kepada pihak kepolisian di Nagan Raya. “Kami juga meminta masyarakat melapor ke kita dan polisi,” kata Usman.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help