Polisi Periksa Sepuluh Saksi

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pidie telah memeriksa sepuluh saksi terkait kaburnya

Polisi Periksa Sepuluh Saksi
Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak, meninjau Posko Pemenangan Rakyat Pidie cabup-cawabup nomor urut 2, Roni Ahmad (Abusyik)-Fadhlullah TM Daud di pinggir jalan nasional, Gampong Ulei Cot Seumpeng, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Senin (6/3/2017). Posko tersebut diberondong orang tak dikenal menggunakan senpi laras panjang. SERAMBI/M NAZAR 

* Terkait Kaburnya Napi Penembak Posko Abusyik

SIGLI - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pidie telah memeriksa sepuluh saksi terkait kaburnya narapidana (napi) bernama Ismail Ramli (35) dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sigli, pada Jumat (22/9) dini hari lalu.

Ismail adalah warga Gampong Dayah Keurako, Kecamatan Indrajaya, Pidie, yang divonis sembilan tahun penjara terkait kasus penembakan posko calon bupati (cabup) Roni Ahmad alias Abusyik dengan hukuman dua tahun penjara, dan perkara narkoba jenis sabu dengan hukuman tujuh tahun penjara.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kasat Reskrin AKP Samsul kepada Serambi, Sabtu (30/9) mengatakan, sepuluh saksi yang diperiksa tersebut adalah Kepala Rutan Sigli, Baharuddin SH dan Koordinator Pengamanan Rutan Sigli, Razali. Kemudian, sipir sebagai petugas jaga pada malam kejadian masing-masing bernama Kamaruddin, Irwansyah, Syahbuddin, M Yunus, dan Bribda Mulia Rizki (anggota Polres Pidie). Polisi memeriksa tiga napi yang satu ruangan dengan Ismail Ramli. Yakni Jamal, Fadhil, dan Hanifuddin.

Dari hasil pemeriksaan kesepuluh saksi ini, polisi menyimpulkan tidak ada ada unsur kesengajaan dari petugas Rutan untuk membiarkan Ismail kabur. Begitu juga, dengan standar pengamanan juga telah sesuai mekanisme penjagaan di Rutan tersebut.

AKP Samsul mengungkapkan, napi tersebut seharusnya dikurung dalam ruang isolasi. Tapi, untuk menghindari terjadi pemukulan terhadap Ismail, ia pun ditahan sementara di ruang tahanan depan nomor 16, dan rencananya akan dipindah ke Rutan lain. Namun, sebelum dipindahkan napi itu pun kabur.

AKP Samsul menjelaskan, saat ini polisi fokus pada pengejaran terhadap Ismail yang kabur itu. Apalagi pihak Kepala Rutan Kelas IIB Sigli, juga telah menyurati pihaknya untuk membantu upaya pengejarannya. “Saat ini polisi masih mengindentifikasi keberadaannya, dan akan mengupayakan penangkapan Ismail Ramli secepatnya. “Mudah-mudahan cepat tertangkap,” harap Samsul.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved