Surat Tiyong Tertahan di Meja Irwandi

Surat pengunduran diri Samsul Bahri alias Tiyong sebagai Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat

Surat Tiyong Tertahan di Meja Irwandi

* Terkait Pengunduran Dirinya dari PNA

BANDA ACEH - Surat pengunduran diri Samsul Bahri alias Tiyong sebagai Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nanggroe Aceh (PNA), hingga saat ini masih tertahan di meja Ketua Umum.

Irwandi Yusuf sepertinya belum mengambil sikap atau keputusan terkait permintaan Tiyong untuk mundur, yang dikirimkan pada 8 Agustus lalu. “Surat itu ya sudah diterima oleh ketua umum, tapi sejauh ini tidak ada tindaklanjut apapun,” ungkap Sekretaris PNA, Miswar Fuady, kepada Serambi, Sabtu (30/9).

Tidak adanya tindak lanjut tersebut, sebab hingga sekarang, Irwandi Yusuf selaku pemegang tampuk pimpinan tertinggi partai, tidak pernah menginstruksikan pengurus di bawahnya untuk melakukan rapat internal atau pun pembahasan lebih lanjut terkait pengunduran diri Tiyong.

“Sampai sekarang tidak ada rapat apapun soal itu. Ini berarti kan tidak ada tindaklanjut apapun kan?,” kata Miswar menambahkan. Memang diakuinya, adalah hak Tiyong untuk meminta mundur dari partai. Tetapi semua keputusan tetap berada di tangan ketua umum.

“Diterima atau tidaknya ajuan tersebut, sepenuhnya hak ketua umum, apalagi surat tersebut memang dikirim kepada ketua umum,” ucapnya. “Kita ya menunggu saja, terima atau tidak itu haknya ketua, tapi ya hingga sekarang kami lihat tidak ada perkembangan apapun,” tambah Miswar Fuady.

Sebagaimana diketahui, Tiyong secara resmi menyatakan mundur dari jabatannya melalui selembar surat yang dikirimkan kepada Ketua Umum PNA, Irwandi Yusuf, Rabu (30/8). Alasannya, karena hingga saat ini Tiyong masih menjabat sebagai Ketua DPW PNA Bireuen, sedangkan untuk jabatan Ketua Harian DPP PNA, ia jabat sejak Juni 2017.

Rencana pengunduran diri Tiyong dari PNA itu ternyata tidak direstui oleh sejumlah pengurus eksekutif partai orange tersebut. Para pengurus PNA tidak menyetujui pengunduran diri Tiyong karena ia dinilai layak mengemban amanah tersebut, lantaran terbukti loyal bekerja untuk partai.

Miswar dalam wawancara dengan Serambi kemarin, mengaku, saat ini Tiyong masih menjabat sebagai ketua harian dan masih aktif dalam struktur partai.

“Jadi semuanya biasa-biasa saja, tetap seperti yang dulu, masih aktif dalam jabatan kita masing-masing. Saat ini kita justru sedang sibuk persiapan verifikasi faktual partai lokal, kita sedang sibuk untuk konsolidasi ke depan,” jelas Miswar Fuady.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris PNA, Miswar Fuady, juga menyampaikan bahwa PNA saat ini sedang disibukkan dengan survei elektabilitas para bakal calon (balon) kepala daerah di tiga kabupaten/kota yang akan menghadapi Pilkada Serentak 2018, yaitu di Pidie Jaya, Aceh Selatan, dan Subulussalam.

Pihaknya sedang menggiatkan survei 23 bakal calon di tiga kabupaten itu, yang telah mendaftar ke PNA beberapa waktu lalu. “Kita sedang melakukan survei di tiga kabupaten/kota bersama DPW masing-masing. Setelah survei nanti baru kita duduk rapat untuk menyaring para bakal calon untuk masuk ke tahap selanjutnya,” jelas Miswar.

PNA ia sebutkan, melakukan survei sebanyak tiga tahap. Untuk tahap pertama sudah dilakukan pada bulan lalu, dan saat ini sedang bersiap-siap untuk melakukan survei yang kedua dan ketiga. Hal yang disurvei meliputi popularitas (terkenal), akseptabilitas (diterima), dan elektabilitas (dipilih).

“Jadi semuanya kita lihat. Nanti mungkin ada yang kurang di popularitas dan akseptabilitas, tapi tinggi di elektabilitasnnya. Jadi semunya benar-benar kita perhitungkan. Setelah survei, kita akan memanggil para calon yang layak, dan akan kita interview tentang banyak hal,” pungkas Miswar.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved