SerambiIndonesia/

Arbi Incar HP Korban

Arbi Awasdi (19), remaja asal Desa Ulee Blang, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara yang menghadang

Arbi Incar HP Korban
ILUSTRASI

* Kasus Remaja Hadang Pengguna Jalan dengan Parang

LHOKSUKON - Arbi Awasdi (19), remaja asal Desa Ulee Blang, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara yang menghadang pengguna jalan dengan menggunakan parang ternyata mengincar handphone (HP) dari korbannya. Ia sekarang bersama barang bukti parang sudah diamankan Mapolsek Tanah Luas, Aceh Utara untuk menjalani pemeriksaan.

Diberitakan sebelumnya, Arbi diringkus Polsek Matangkuli, Aceh Utara di kawasan Desa Tumpok Peureulak, Kecamatan Matangkuli, Selasa (26/9) sore, setelah polisi lebih dulu meringkus Mukhtariza, warga Matangkuli, kabupaten yang sama, terkait kasus begal atau pencurian dengan kekerasan di jalanan. Selain Arbi, Mukhtariza juga terlibat dalam kasus penghadangan tersebut.

“Kita sedang mendalami, apakah selain kedua tersangka, juga melibatkan orang lain dalam kasus penghadangan terhadap pengguna jalan, yaitu Syahril (18), remaja asal Desa Alue Bieng, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara di kawasan Desa Ampeh, Kecamatan Tanah luas pada 1 September lalu,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata, melalui Kapolsek Tanah Luas, AKP Nurmansyah kepada Serambi, Minggu (27/9).

Dalam pemeriksaan, ungkap Kapolsek, Arbi mengaku kepada penyidik kalau tujuannya menghadang korban hanya untuk mengincar handphone. Namun, karena tak mendapatkan barang yang diincar sebab sudah datang warga, tersangka lalu merusak sepeda motor (sepmor) korban dengan menggunakan parangnya, baru kemudian kabur bersama temannya.

Sementara itu, untuk menuntaskan kasus tersebut, selain sudah memintai keterangan dari korban serta menginterogasi tersangka, penyidik juga membutuhkan keterangan dari saksi yang melihat langsung kejadian itu. Oleh sebab itu, polisi mengimbau, bagi masyarakat yang merasa mengetahui insiden penghadangan pengguna jalan yang dilakukan tersangka Arbi Awasdi (19), remaja asal Desa Ulee Blang, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara itu, untuk memberitahukannya kepada pihak berwajib.

“Karena, untuk mendalami kasus ini, polisi selain sudah memeriksa korban dan tersangka, juga perlu memeriksa saksi lainnya yang mengetahui kejadian tersebut. Sebab itu, diharapkan kepada warga yang mengetahui kejadian tersebut supaya dapat memberitahukan kepada polisi,” imbau Kapolsek Tanah Luas, AKP Nurmansyah. Penyidik, ungkap AKP Nurmansyah, juga sudah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) ke jaksa dalam kasus tersebut.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help