Calon Sipir Pria tak Capai Kuota

Total peserta berijazah SMA/sederajat yang lulus Tes Kemampuan Dasar (TKD) melalui Computer Assisted Test

Calon Sipir Pria tak Capai Kuota

BANDA ACEH - Total peserta berijazah SMA/sederajat yang lulus Tes Kemampuan Dasar (TKD) melalui Computer Assisted Test (CAT) untuk calon sipir se-Aceh berada di bawah kuota. Dari 20.709 pria/wanita yang ikut seleksi di Kampus Universitas Abulyatama (Unaya), Aceh Besar, 25 September-1 Oktober 2017, khusus pria hanya 331 orang lulus dari kuota 498 orang. Sedangkan wanita, dari 5.000-an orang yang ikut seleksi, 133 orang lulus dari keperluan 85 sipir wanita se-Aceh.

Kakanwil Kemenkumham Aceh, A Yuspahruddin BH BcIP MH melalui Kadiv Administrasi, Zulkifli MH selaku Ketua Panitia Seleksi Daerah Aceh menyampaikan hal ini menjawab Serambi tadi malam, menyusul sudah berakhirnya seleksi ini menjelang malam kemarin.

“Kekurangan itu sudah diprediksi bakal terjadi pada hari terakhir seleksi ini tadi (kemarin-red). Soalnya, sejak hari pertama hingga kelima seleksi, dari belasan ribu peserta pria, hanya 281 orang yang memenuhi syarat, ditambah 50 orang lagi dari tiga sesi peserta yang ikut (tiap sesi sekitar 700 orang),” kata Zulkifli didampingi anggota panitia lainnya, Hendri Rahman SKom.

Zulkifli menjelaskan, aturan awal, kuota peserta memenuhi passing grade di setiap daerah bisa dilebihkan tiga kali lipat dari kuota akhir. Misalnya, kuota sipir Aceh 583 orang, maka bisa memenuhi syarat asal passing grade tercapai adalah 1.749 orang sesuai perankingan nilai.

Sedangkan di saat kuota tak terpenuhi, seperti terjadi di Aceh, maka diberi kesempatan kepada peserta daerah lain yang memenuhi passing grade, namun di daerahnya sudah melebihi kuota untuk mendaftar ke daerah ini.

Seperti diketahui, batas nilai TKD melalui CAT, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75, Tes Intelegensi Umum (TIU) 80, dan Tes Karakteristik Pribadi 143. Peserta tetap tak lulus jika salah satu dari item tersebut nilainya tak memenuhi, meski total secara keseluruhannya mencukupi.

Zulkifli menginformasikan, proses ujian CPNS sipir sempat ditinjau oleh Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil. Waktu itu Zulkifli sudah memberitahukan bakal tak terpenuhinya kuota sipir Aceh (khusus pria).

Nasir Djamil merespons pemberitahuan itu dengan menyatakan akan membicarakan hal itu ke pusat, dengan harapan bisa terjadi perubahan kebijakan dari sistem passing grade ini ke downgrade, yaitu pelamar yang akumulasi nilainya minimal 300 juga tetap dianggap lulus tahap ini guna memenuhi kuota Aceh, seperti usulan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin Husein MH.

“Tapi itu semua kembali ke panitia pusat yang secara resmi akan mengeluarkan pengumuman tahap ini, 4 Oktober mendatang. Kepada peserta yang sudah memenuhi syarat, saya imbau mempersiapkan diri untuk seleksi selanjutnya yaitu tes kesamaptaan. Kalau memang secara fisik tak memenuhi, misalnya, tak sanggup lari, maka tetap saja ada kemungkinan gugur lagi, meski kuota saat ini masih kurang,” kata Zulkifli.

Dikonfirmasi terpisah, kemarin, Anggota Komisi I DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, pihaknya sebagai mitra kerja Kanwil Kemenkumham Aceh masih menunggu laporan detail hasil seleksi baik untuk tingkat S1 maupun SMA/sederajat. “Selanjutnya, kita akan berkoordinasi langkah apa yang akan dilakukan terkait hasil seleksi ini,” pungkasnya.(sal/dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved