Pewaris Raja Gelar Zikir di Gampong Pande

Forum Silaturrahim Keluarga Besar Pewaris Raja-Raja/Kesultanan Aceh, Ulee Balang Aceh, Habaib/Ulama Aceh

Pewaris Raja Gelar Zikir di Gampong Pande
Para keturunan raja dan sultan Aceh menerima silsilah raja-raja dan kesultanan Aceh, pada acara zikir dan ziarah makam, di Masjid Tgk Dikandang, Gampong Pande, Banda Aceh, Minggu (1/10). 

BANDA ACEH - Forum Silaturrahim Keluarga Besar Pewaris Raja-Raja/Kesultanan Aceh, Ulee Balang Aceh, Habaib/Ulama Aceh menggelar doa, zikir dan ziarah makam, di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Minggu (1/10).

Acara yang dibuka Keuchik Gampong Pande, Amiruddin, itu diawali dengan zikir, tausiyah dan doa dipimpin Tgk Sirajuddin Saman MA, dari Dayah Khamsatu Anwar. Kemudian dilakukan penyerahan silsilah raja Aceh dan mengunjungi beberapa kompleks makam di Gampong Pande.

Kegiatan itu dihadiri Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah, Perwakilan Majelis Adat Aceh A Rahman Kaoy, para sejarawan, LSM, anggota DPRK, dan perwakilan Pemko Banda aceh. Para pewaris raja dari luar Banda Aceh juga ikut hadir seperti dari wilayah pesisir utara, tengah, dan pesisir barat.

Ketua DPRK Banda Aceh, Arief Fadillah menyampaikan dukungannya terhadap upaya pewaris raja-raja Aceh dalam menyelamatkan situs sejarah dan akan segera merancang qanun yang mengatur pelestarian situs dan cagar budaya yang ada di Gampong Pande maupun Banda Aceh.

Sementara Tgk Sirajuddin Saman dalam tausiahnya mengajak jamaah yang hadir untuk mendoakan supaya dilahirkan pemimpin yang adil di Aceh, sebagaimana pemimpin Aceh terdahulu.

Sementara terkait IPAL, ia meminta agar pemerintah memindahkan ke lokasi lain. Karena lokasi itu merupakan tempat terhormat, tempat bersemayam para ulama dan raja-raja syuhada Aceh.

Di akhir kegiatan, pemegang wasiat trombol (silsilah) yaitu keturunan Sultan Jamalullail (Dinasti Jamaloy Alam) menyerahkan gulungan silsilah kepada seluruh keluarga besar pewaris raja Aceh. Kemudian mereka menziarah ke beberapa makam seperti makam Tuan Di Kandang, Kompleks makam Raja Raja Aceh, Kompleks Makam Putroe Ijo dan kompleks makam yang masih berada di dalam area tambak.

Dengan ziarah bersama itu, diharapkan Pemerintah serta masyarakat akan lebih peduli terhadap jasa pahlawan Aceh. Serta menghormati keberadaan makamnya sebagai situs sejarah yang wajib dilestarikan.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved