SerambiIndonesia/

MPU Aceh Gelar Muzakarah Wakaf

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengadakan muzakarah yang bertemakan

MPU Aceh Gelar Muzakarah Wakaf

BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengadakan muzakarah yang bertemakan “Advokasi Sertifikasi Tanah Wakaf di Aceh”, di Aula MPU setempat, Selasa (3/10). Kegiatan itu bertujuan untuk mendapatkan rumusan tentang peranan dan pentingnya wakaf sebagai aset agama dalam membentuk sosial ekonomi umat di Aceh.

Panitia Acara, Ahmad Ridwan, dalam laporannya menyampaikan wakaf merupakan salah satu ibadah yang diperintahkan kepada hamba-Nya, dengan menafkahkan harta benda untuk menyempurnakan kebajikan. Sebab itu, wakaf sebagai investasi untuk akhirat yang pahalanya berlipat ganda, dan terus menerus atau sering disebut sedekah jariyah.

Dikatakan, selanjutnya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004, bahwa wakaf bertujuan untuk memanfaatkan harta wakaf sesuai dengan fungsinya. “Oleh karena itu, setiap harta benda wakaf harus disertifikasi sehingga tidak terjadi sengketa dikemudian hari,” katanya.

Satu diantara narasumber, Kakanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh menyampaikan terkait pengelolaan harta wakaf yaitu benda-benda yang dapat diwakafkan terbagi dalam dua kategori berupa benda bergerak dan tak bergerak. Untuk menciptakan kekuatan hukum, maka benda-benda tersebut harus dibuatkan akta ikrar wakaf dan kemudian didaftarkan ke Badan Wakaf Indonesia.

Dikatakan, sertifikasi tanah wakaf dan pendaftaran harta benda wakaf pada dasarnya adalah untuk memberikan jaminan, dan kepastian hukum terhadap harta benda wakaf. Oleh karena itu segala aspek yang berkaitan dengan kepastian hukum harus menjadi perhatian nadzir dalam mengelola harta benda wakaf. Termasuk di dalamnya peruntukan harta benda wakaf yang harus dijaga agar tidak ada peyimpangan atau peyalahgunaan.

Sementara peserta muzakarah berasal dari keuchik gampong di Banda Aceh dan Aceh Besar, instansi lembaga terkait seperti Baitul Mal, Dinas Syariat Islam, ormas Islam, perwakilan MPU Banda Aceh dan Aceh Besar.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help