SerambiIndonesia/

Berkas Kasus Salah Transfusi Darah P-21

Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Rabu (4/10) siang, menyerahkan dua petugas Unit Transfusi Darah

Berkas Kasus Salah Transfusi Darah P-21
Badriah, warga Glumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, korban dugaan salah transfusi darah kembali dirawat di Rumah Sakit Arun Lhokseumawe. 

* Polisi Serahkan Dua Petugas UTD PMI ke Jaksa

LHOKSEUMAWE - Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Rabu (4/10) siang, menyerahkan dua petugas Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Aceh Utara yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan salah transfusi darah terhadap pasien di Rumah Sakit Arun pada 3 Maret 2016 lalu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, karena berkas kedua tersangka itu sudah P-21 atau lengkap. Kedua petugas tersebut adalah LA dan RA.

Untuk diketahui, kasus dugaan salah transfusi darah terhadap pasien bernama Badriah, asal Geulumpang Sulu, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara dilaporkan pihak keluarga ke Mapolres Lhokseumawe pada 13 Maret 2016. Menurut keterangan pihak keluarga, kesalahan transfusi golongan darah terhadap Badriah terjadi pada 3 Maret 2016. Di mana seharusnya golongan darah O, tapi yang ditransfusi adalah golongan darah B.

Dalam menindaklanjuti perkara ini, polisi menetapkan tiga tersangka, yakni dua petugas UTD PMI Aceh Utara dan seorang petugas/perawat RS Arun. Untuk perawat RS Arun, prosesnya sudah selesai di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, di mana perawat tersebut divonis dalam sidang pamungkas yang berlangsung pada 8 Mei 2017 dengan hukuman delapan bulan penjara.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha menyebutkan, dalam perkara ini pihaknya membuat dua berkas, yakni satu untuk perawat RS Arun dan satu berkas lagi untuk dua petugas UTD PMI Aceh Utara. Untuk berkas bagi petugas UTD PMI Aceh Utara, jelas Budi Nasuha, pihaknya harus melengkapi berbagai kelengkapan sehingga membutuhkan waktu lama merampungkannya.

Namun setelah dipastikan semuanya lengkap, maka beberapa pekan lalu, berkasnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe. Berkas itu kemudian diteliti pihak kejaksaan dan dinyatakan lengkap alias P-21. “Berdasarkan hasil koordinasi lajutan, maka penyerahan kedua tersangka berlangsung hari ini dan sudah kita serahkan tadi pukul 15.00 WIB (kemarin-red),” pungkas AKP Budi.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lhokseumawe, Mukhlis yang dihubungi via telepon membenarkan pihaknya telah menerima kedua tersangka yang merupakan petugas UTD PMI Aceh Utara. Menurutnya, mereka akan segera mempersiapkan dakwaan untuk bisa perkaranya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe. Sedangkan untuk kedua tersangka, dijadikan sebagai tahanan kota.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help