Drama Kolosal Perjuangan Teuku Umar Meriahkan HUT Ke 72 TNI di Aceh Selatan

Drama kolosal perjuangan merupakan bagian dari serangkaian acara dalam memeriahkan HUT ke- 72 TNI,

Drama Kolosal Perjuangan Teuku Umar Meriahkan HUT Ke 72 TNI di Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Penampilan drama Kolosal perjuangan pahlawan Aceh yang ditampilkan sanggar seni binaan Yonif 115/Macan Lauser meriahkan HUT TNI ke 72 tahun 2017 yang diselenggarakan Kodim 0107/Aceh Selatan, di lapangan sepak bola (Lapangan Naga) Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (05/10/2017). 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Penampilan drama Kolosal perjuangan pahlawan Aceh yang ditampilkan sanggar seni binaan Yonif 115/Macan Lauser meriahkan HUT TNI ke 72 tahun 2017 yang diselenggarakan Kodim 0107/Aceh Selatan, di Lapangan Naga Tapaktuan, Aceh Selatan, Kamis (05/10/2017).

Drama kolosal perjuangan merupakan bagian dari serangkaian acara dalam memeriahkan HUT ke- 72 TNI, selain penampilan marcin band dan pasukan defile yang memukau ratusan penonton.

(Baca: Kodim Aceh Barat Tampilkan Drama Kolosal Saat Teuku Umar Tertembak di Suak Ujong Kalak)

Di hadapan sejumlah pejabat daerah dan ratusan penonton yang memadati tribun utama dan lapangan, pementasan drama kolosal tentang perjuangan para pahlawan Aceh saat melawan Belanda menjadi tontonan menarik.

Untuk diketahui, drama tersebut berkisah tentang perjuangan pahlawan Aceh yang sangat ditakuti penjajah Belanda yaitu Teuku Umar dalam mempertahankan tanah pusaka dari penjajahan Belanda.

Dalam cerita itu, Teuku Umar seorang yang sangat dicintai rakyat dan pemberani mengobarkan semangat para Pejuang Aceh untuk tidak takut mati dalam mempertahankan nusa, bangsa, dan agama.

Dikisahkan, pada sebuah pertempuran sengit, Teuku Umar akhirnya gugur setelah peluru Belanda menembus tubuhnya.

Namun tidak patah arang dan putus asa genderang perang terus didengungkan. Sehingga istrinya Cut Nyak Dien mengambil alih perjuangan, kepemimpinan beliau (Cut Nyak Dien) ternyata tidak kalah hebatnya dengan Teuku Umar.

Dengan sikap tegasnya, ia tidak mau tanah nenek moyang dikuasai penjajah Belanda. Tak ada pilihan lain selain perang mengusir para penjajah di bumi Aceh.

(Baca: Tank Hasil Kerja Sama Indonesia - Turki akan Ikut Parade HUT TNI)

Perang terus berlanjut hingga diproklamirkan kemerdekaan oleh presiden Soekarno.

Tidak hanya itu, kemeriahan HUT TNI ke 72 juga diselimuti dengan penampilan luar biasa Marching Band dengan corak wajah ditutupi samaran ala TNI serta tontonan derap langkah pasukan defile TNI, Polri, Satpol PP, FKPPI dan gabungan pramuka, pelajar serta mahasiswa Aceh Selatan. (*)

Penulis: Taufik Zass
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved