Utang, Motif Pembunuhan Petugas PLN

Satuan Reskrim Polres Aceh Singkil akhirnya berhasil mengungkap misteri pembunuhan Edi Kuswanto

Utang, Motif Pembunuhan Petugas PLN
Edi Kuswanto, pria yang ditemukan tak bernyawa di jalan Lintas Kecamatan Longkib-Kota Subulussalam tepatnya Desa Sikerabang, Rabu (16/8/2017). FOTO/IST 

SUBULUSSALAM - Satuan Reskrim Polres Aceh Singkil akhirnya berhasil mengungkap misteri pembunuhan Edi Kuswanto, pria yang ditemukan tak bernyawa di Jalan Lintas Kecamatan Longkib-Kota Subulussalam, tepatnya di Desa Sikerabang, Rabu (16/8) lalu.”Alhamdulillah, pembunuh petugas PLN sudah kita ungkap. Pelakunya telah ditangkap,” kata Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian kepada Serambi, Rabu (4/10).

Menurut Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian, pelaku yang berinisial RSM alias Sambo (37) ditangkap di kediamannya, Rabu (4/10) pukul 00.30 WIB. Tersangka merupakan penduduk Desa Rantau Panjang, Kecamatan Longkib. Kini pelaku telah dibawa ke Mapolres Aceh Singkil untuk diproses sesuai hukum.”Tersangka telah ditahan,” ujar AKBP Ian Rizkian seraya menyarankan untuk mengonfirmasi Kasatreskrim Polres Singkil lebih lanjut.

Kasatreskrim Polres Aceh Singkil Iptu Agus Riwayanto Diputra SIK yang ditanyai Serambi mengatakan, pembunuhan terjadi sehari sebelum korban ditemukan yaitu pada Selasa (15/8), antara pukul 16.00-17.00 WIB. Motif pembunuhan gegara utang. Dikatakan, pelaku memiliki utang sebesar Rp 5 juta terhadap korban dan saat ditagih sempat terjadi cekcok mulut. “Motifnya persoalan utang piutang,” kata Kasatreskrim Iptu Agus Riwayanto.

Menurut Kasatreskrim Iptu Agus, pelaku membunuh korban lantaran sakit hati terkait utang piutang. Pada hari kejadian, korban menagih uang tersebut kepada Sambo, namun pelaku tidak dapat membayar. Sempat terjadi cekcok mulut antara korban dengan pelaku. Bahkan, berdasarkan keterangan pelaku Sambo, korban sempat meludahi wajahnya, sehingga menimbulkan sakit hati.

Seusai meludahi korban, pelaku naik pitam alias tersulut emosi sehingga mengambil jalan pintas dengan membunuh. Saat korban hendak menyalakan sepeda motornya, pelaku pun memukul dari arah belakang dengan kayu broti. Pukulan pelaku sebanyak enam kali, masing-masing tiga dari belakang dan tiga dari arah depan hingga membuat korban meninggal dunia.

Lebih jauh dijelaskan, pembunuhan dilakukan bukan di lokasi penemuan jenazah almarhum Edi Kuswanto, tapi terpaut sekitar 30-an meter. Dikatakan, pelaku memindahkan jenazah almarhum Edi dari lokasi dekat sebuah gubuk ke pinggir jalan dengan alasan agar mudah ditemukan warga. “Lokasi pembunuhan bukan di tempat ditemukan mayat, tapi di dekat gubuk. Pelaku kemudian memindahkan, katanya agar mudah ditemukan mayatnya oleh warga,” terang Iptu Agus.

Kasatreskrim Iptu Agus pun menyatakan, sejauh ini belum ada keterkaitan pihak keluarga atas aksi pembunuhan terhadap almarhum Edi. Selain itu, pelaku dipastikan hanya satu orang atau tunggal yakni Sambo. Korban dihabisi pelaku dengan menggunakan kayu broti sebagaimana barang bukti yang telah diamankan polisi .”Pelakunya tunggal yaitu yang telah kita tangkap. Dia membunuh korban dengan kayu broti,” ujar Iptu Agus.

Berdasarkan keterangan saksi dan petunjuk yang didapat polisi pun menemukan titik terang. Lalu, tim Sat Reskrim Polres Singkil dan unit Polsek Longkib serta Sat Intel Polres Singkil di bawah pimpinan Kasat Reskrim Iptu Agus Riwayanto melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Pelaku merupakan penduduk Desa Rantau Panjang, Kecamatan Longkib. Kini pelaku telah dibawa ke Mapolres Aceh Singkil untuk diproses sesuai hukum. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk kayu broti.(lid)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved