Data Kependudukan Masih Amburadul

Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pidie saat ini gencar membagikan Buku Induk Penduduk

Data Kependudukan Masih Amburadul
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMADNASIR
SEORANG petugas memperlihatkan ribbon yang sudah habis dipakai di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tamiang, 

* Warga Telah Meninggal Masih Tercantum dalam BIP

SIGLI - Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pidie saat ini gencar membagikan Buku Induk Penduduk (BIP) cetakan pertama ke 730 gampong di Pidie. Namun sejumlah keuchik yang menerima buku kependudukan ini, melaporkan bahwa data penduduk dalam buku tersebut masih amburadul.

“Contohnya, di Gampong Lhok Keutapang, warga atas nama Husaini masih tercatat dalam data penduduk. Padahal warga tersebut telah meninggal dua tahun lalu. Ini artinya, data tersebut bukan data terbaru,” kata Isa Alima, Ketua Komisi C DPRK Pidie yang banyak menerima laporan dari para keuchik terkait amburadulnya data kependudukan yanhg dimuat dalam BIP.

Menurutnya, laporan yang sama juga diterima dari Keuchik Pulo Bubee dan Keuniree. Yaitu banyak warga yang telah meninggal masih tercatat dalam Buku Induk Penduduk yang dibagikan saat ini. “Jika data ini tidak diperbaiki segera, maka akan berdampak langsung pada penyaluran Raskin, dan Pileg 2019 nanti,” ujarnya.

Ia pun meminta Disdukcapil segera merivisi data dalam BIP tersebut, sebelum disebarkan kepada aparatur gampong. “Data yang dimuat seharusnya data terbaru, minimal satu tahun terakhir. Jangan cuma copi paste dari tahun lalu. Ini membingungkan para keuchik serta aparatur lainnya,” tegas Isa Alima.

Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pidie, Marzuki SH mengaku adanya data nama warga yang telah meninggal masih tercatat dalam BIP. “Karena buku ini dicetak sebelum akte kematian atas nama Husaini dibuat,” katanya.

Marzuki pun mengatakan hal ini terjadi karena warga dan aparatur gampong tidak segera melaporkan atau membuat akte kematian terhadap anggota keluarga yang telah meninggal. “Banyak warga yang baru membuat akte di saat perlu. Ini menyebabkan nama itu terus tercatat dalam file data kami,” kata Marzuki.

Padahal selain oleh anggota keluarga yang bersangkutan, data kematian ini bisa juga dilaporkan secara kolektif oleh aparatur gampong. Persyaratannya pun tidak sulit. “Kami mengimbau warga yang belum membuat akte segera melapor pada keuchik, dan keuchik harus meneruskannya ke Disdukcapil,” ujar Marzuki.(aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help