SerambiIndonesia/

Tafakur

Malas Bekerja

Bekerja wajib bagi setiap orang karena itu merupakan upaya mencari nafkah

Malas Bekerja

Oleh: Jarjani Usman

“Setiap Daging yang Tumbuh dari sesuatu yang haram maka neraka lebih berhak baginya” (HR. Thabrani).

Bekerja wajib bagi setiap orang karena itu merupakan upaya mencari nafkah. Karena wajib, bila tidak dilakukan akan berdosa, sebaliknya bila dilakukan memperoleh pahala. Apalagi dengan hasil kerja akan bisa menghidupi lebih dari satu orang yang menjadi tanggungan, dan sebahagiannya digunakan untuk membantu orang lain. Bukan hanya itu, dengan bekerja kita akan memperoleh ketenangan batin karena hidup dengan hasil keringat sendiri, di samping pengalaman dan kemampuan bertahan dalam hidup ini. Namun demikian, sebahagian orang malas bekerja pertanda mereka berani melalaikan kewajibannya.

Rasa malas bukan hanya menghinggapi orang-orang yang tak punya pekerjaan, tetapi juga yang sudah diberikan kerja dan gaji memadai. Datang ke kantor hanya duduk-duduk sebentar di meja kerja, selanjutnya pergi dan duduk lama di warung kopi untuk berhaha-hihi. Akibatnya, pekerjaan yang telah sekian lama telah membantu menghidupi diri dankeluarganya, diabaikan. Hal itu menjadi perilaku harian, sehingga kalau dihitung-hitung hanya setengah waktunya digunakan untuk bekerja.

Bila disadari, sebahagian waktu yang digunakan untuk tidak bekerja jelas merupakan suatu kezaliman. Alasannya, sebahagian waktu itu juga dibayar, walaupun tidak memberikan pelayanan pada waktu itu. Dengan kata lain, itu dosa dan gaji yang diperoleh untuk pekerjaan kosong itu haram. Memang tak semua orang mau mengakuinya karena sudah terbiasa berbuat demikian.

Padahal kalau dihitung masa kerja dalam karir seseorang dalam hidupnya, misalnya 30 tahun, hanya 15 tahun benar bekerja. Selebihnya bermalas-malasan, walaupun gajinya yang haram digunakan hidup dan menghidupi keluarga.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help