SerambiIndonesia/

Tafakur

Dosa Atasan

Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin yang akan

Dosa Atasan

Oleh Jarjani Usman

“Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin yang akan diminta pertanggungjawaban atas rakyatnya” (HR. Bukhari & Muslim).

Sebenarnya setiap atasan dalam suatu instansi bisa memperoleh pahala melimpah setiap hari karena bebannya, jika mau mengajak stafnya bekerja dengan benar dalam memberikan pelayanan. Namun tak jarang sebahagian atasan malas bekerja dan juga membiarkan orang-orang yang berada dalam kontrolnya tak bekerja (dengan benar). Akibatnya, atasan mendapatkan aliran dosa yang berlipat ganda.

Disebut dosa berlipat ganda karena telah melakukan pembiaran yang terus-menerus dan menjadi kebiasaan orang-orangnya untuk tak bertugas dengan baik, sehingga banyak orang menjadi tak terlayani. Padahal dari pelayanan itulah gaji dan tunjangan diberikan. Dan gaji dan tunjangan itulah yang digunakan untuk menghidupi diri dan keluarga, serta digunakan untuk beribadah. Gaji atasan umumnya diberikan lebih besar karena diberikan kewajiban dan tanggungjawab serta resiko yang lebih besar juga.

Semua itu tentunya akan harus dipertanggungjawabkan secara horizontal dan vertikal. Maksudnya, pertanggungjawaban kepada sesama manusia maupun kepada Allah. Tanggungjawab terhadap sesama manusia sekilas mungkin mudah diselesaikan, karena tak semua orang mau menagih pertanggungjawaban seseorang walaupun bekerja tidak baik.

Namun pertanggungjawaban kepada Allah di akhirat kelak dipastikan tak akan meleset atau luput sedikitpun. Catatan-catatan malaikat tak
mungkin silap, lapuk dan terhapus. Dan pertanggungjawaban bukan hanya dari orang-orang yang ditugaskan untuk bekerja, tetapi juga dari para atasan yang diwajibkan untuk mengawas pekerjaan dan perilaku bawahannya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help