SerambiIndonesia/

Kasus Pencemaran Nama Baik Guru di Pidie, Pengacara Ummiyati Pertanyakan Kelanjutan Hukum

kasus pencemaran nama baik terhadap guru SMPN 2 Geumpang ini (Ummiyati SPd) ini, sebenarnya sejak 1 Juli lalu telah dilaporkan ke Polres Pidie.

Kasus Pencemaran Nama Baik Guru di Pidie, Pengacara Ummiyati Pertanyakan Kelanjutan Hukum
Tribunnews.com
Ilustrasi. 

Laporan Idris Ismail | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pengacara atau kuasa hukum Ummiyati SPd, dari Kantor Perwakilan Pengacara Mohamada Isa Yahya SH & Associates, Syahrol Riza SHI mempertanyakan kepada penyidik hukum, Reskrim Polres Pidie.

Terkait kelanjutan hukum kasus pencemaran nama baik kliennya yang diduga dilakukan oleh Kepala Dinas Pendididikan (Disdik) Pidie, Murthalamuddin SPd MSP.

"Saya mendesak pihak penyidik Polres Pidie (Reskrim) untuk memperjelaskan kepastian hukum, sebab, hingga empat bulan terakhir belum ada kepastiannya (hukum)," katanya kepada Serambinews.com, Selasa (10/10/2017).

Baca: Ratusan Guru di Pidie Jaya Mengikuti UKG

Menurut Syahrol Riza, kasus pencemaran nama baik terhadap guru SMPN 2 Geumpang ini (Ummiyati SPd) ini, sebenarnya sejak 1 Juli lalu telah dilaporkan ke Polres Pidie.

Tercatat dengan nomor SKTBL/87/2017/VII/2017/SPKT Polres Pidie dan ikut melampirkan alat bukti berupa pemberitaan media.

Selanjutnya diteruskan ke‎pemeriksaan kepala sekolah, Syarifuddin SPd pada 21 Juli 2017, pemeriksaan terhadap bendahara sekolah, Syarwandi SPDI dan pemeriksaan Kadisdik pada 27 Juli.

Termasuk permintaan keterangan ahli bahasa dari Lembaga Bahasa dari Banda Aceh pada 12 September.

"Saya selaku kuasa hukum, patut mempertanyakan perkara tersebut apakah dilanjutkan atau dihentikan sebagai kejelasan demi keadilan, kemamfaatan, dan kepastian hukum,"ujarnya.

Kasatreskrim Polres Pidie, AKP Syamsul SH kepada Serambinews.com, secara terpisah mengatakan, berkas pemeriksaan kasus dugaan pencemaran nama baik guru SMPN 2 Geumpang, Ummiyati SPd (54) oleh Kadisdik, Murthalamuddin SPd MSP telah rampung dan tinggal penyerahan kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari).

Baca: Guru di Aceh Singkil Mengaku Kesulitan Akses Informasi dari Disdik Aceh, Ini Permintaan PGRI

"Dalam pekan ini kami kirim dan paling lamban pekan depan," jelasnya.

Semua berkas telah siap untuk selanjutnya dikirim ke Kejari.

Apalagi berkas hasil penyidikan menurut tim penyidik hingga saat ini telah lengkap. Baik itu keterangan dari pelapor, terlapor, keterangan saksi-saksi maupun keterangan dari ahli bahasa.

"Tinggal memetik resumenya saja dan paling lambat pekan depan telah tuntas,"katanya. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help