SerambiIndonesia/

Pesan Berantai Melalui SMS dan WA Soal Permen Narkoba di Aceh Utara, Polda: Itu Hoax

Informasi tersebut begitu meyakinkan, karena ikut dilampirkan foto barang bukti yang disita polisi berseragam lengkap

Pesan Berantai Melalui SMS dan WA Soal Permen Narkoba di Aceh Utara, Polda: Itu Hoax
Pesan berantai yang disebar melalui SMS, WA tentang informasi permen narkoba di Panton Labu, Aceh Utara, tidak benar alias hoax (Foto: Polda Aceh) 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejak beberapa jam terakhir, Selasa (10/10/2017) hari ini, beredar pesan berantai melalui pesan layanan instan, soal polisi yang berhasil menyita permen narkoba di Aceh Utara.

Dalam pesan broadcast itu disebutkan, Polsek Tanah Jambo Aye, Aceh Utara menyita permen narkoba itu Selasa--tertulis Senin dalam pesan--(10/10/2017) di kantin koperasi MIN Panton Labu, Aceh Utara.

Diinformasikan, pascapenyitaan, polisi juga mengawasi ketat pihak kantin dan wajib lapor kepada. Dan, pihak kepolisian meminta semua masyarakat untuk mewaspadai jajanan anak-anak.

Baca: Permen Susu Mengandung Narkoba, Hoax atau Bukan?

Informasi tersebut begitu meyakinkan, karena ikut dilampirkan foto barang bukti yang disita polisi berseragam lengkap.

Foto-foto itu menunjukkan, dua polisi sedang menyita permen narkoba, seorang guru ikut membantu pihak kepolisian.

Pantauan Serambinews.com, ada sekitar empat foto yang terlampir bersamaan informasi melalui pesan Whatsapp yang beredar luas sejak pukul 13.00 WIB hari ini.

Baca: Beredar Broadcast Tilang E-CCTV di Banda Aceh, Polda: Itu Hoax

Ternyata, informasi tersebut tidak benar. Pihak Polda Aceh menyebutkan, informasi tersebut hoax.

"Pesan berantai yang disebar melalui SMS, WA tentang informasi permen narkoba di Panton Labu, Aceh Utara, perlu kami beritahukan bahwa informasi itu tidak benar alias hoax!!," tulis Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan dalam info grafis yang dikirim kepada Serambinews.com, Selasa (10/10/2017).

Berdasarkan catatan Serambi, pesan serupa tersebut sempat tersebar dan menghebohkan di Jawa Tengah.

Tapi setelah petugas turun ke lapangan, ternyata pesan yang beredar adalah hoax.(*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help