SerambiIndonesia/

Polisi Tangkap Dua Tersangka Kasus Rencana Pembunuhan di Aceh Utara, Ini Motifnya

Disamping itu, dalam upaya membunuh korban, para tersangka sempat membayar seorang pembunuh bayaran untuk membunuh korban.

Polisi Tangkap Dua Tersangka Kasus Rencana Pembunuhan di Aceh Utara, Ini Motifnya
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Tiga tersangka kasus dugaan rencana pembunuhan terhadap warga Nisam, Aceh Utara, Yusuf alias Ayah Sop Nisam di Polres Lhokseumawe. 

Laporan Saiful Bahri  | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Tim Reskrim Polres Lhokseumawe kembali berhasil menangkap dua tersangka dalam kasus dugaan upaya pembunuhan terhadap warga Nisam, Aceh Utara, Yusuf alias Ayah Sop Nisam.

Artinya, dalam kasus ini sudah ada tiga tersangka yang diamankan.

Kedua tersangka baru yang berhasil ditangkap pada Rabu (9/10/2017) malam, yakni IS (45) dan SA (24) yang keduanya merupakan warga Nisam, Aceh Utara.   

Diberitakan sebelumnya, Ad (52) asal Kuta Makmur Aceh Utara, Kamis (4/10/2017) malam ditangkap polisi atas tuduhan sedang merencanakan pembunuhan bersama teman-temannya terhadap seorang warga, atas nama Yusuf asal Nisam, Aceh Utara.

(Baca: Pria Jamuan Aceh Utara Sewa Pembunuh Bayaran Rp 10 Juta untuk Habisi Nyawa Warga Nisam)

Motif pada kasus ini, hanya karena merasa sakit hati akibat banyaknya lembu yang dipelihara tersangka mati, sehingga mereka menduga kalau lembu mati akibat diracuni korban.

Sedangkan korban memastikan kalau dia tidak pernah meracun lembu yang dipelihara para tersangka. 

Disamping itu, dalam upaya membunuh korban, para tersangka sempat membayar seorang pembunuh bayaran untuk membunuh korban.

Namun dalam perkara ini, pria yang diminta oleh para tersangka untuk membunuh korban hanya dijadikan saksi saja.

(Baca: Wanita Berusia 24 Tahun Ditangkap Polisi Lhokseumawe, Ini yang Ditemukan di Rumahnya)

“Kasus ini masih terus kita kembangkan,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha, barusan. (*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help