SerambiIndonesia/

Akhir Oktober 2017, Aktivasi Kartu SIM Prabayar Wajib Pakai KTP dan KK, Jika Tidak Ini Sanksinya!

"Kalau tidak registrasi, calon pelanggan tidak bisa mengaktifkan kartu perdana dan nomor pelanggan lama akan diblokir secara bertahap".

Akhir Oktober 2017, Aktivasi Kartu SIM Prabayar Wajib Pakai KTP dan KK, Jika Tidak Ini Sanksinya!
TRIBUNNEWS.COM
Kartu SIM 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memperketat proses aktivasi kartu SIM prabayar milik operator telekomunikasi.

Pelanggan baru maupun lama wajib mendaftarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan nomor Kartu Keluarga (KK) miliknya.

Data NIK dan nomor KK yang dicantumkan dalam proses aktivasi itu nantinya akan dicocokkan dengan data yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil (Dukcapil).

Sehingga pengguna tidak bisa lagi sembarangan memasukkan nomor.

"Soal registrasi prabayar ini sebenarnya kita terlambat. Sudah sejak 2005 atau 12 tahun ada kebijakannya . Saat itu memang belum efektif karena esoksistemnya belum terbentuk," ujar Menkominfo Rudiantara saat bicara di hadapan wartawan, Rabu (11/10/2017).

(Baca: Nokia Resmi Jual 3 Ponsel Android di Indonesia, Mau? Ini Dia Spesifikasi dan Harganya)

"Kalau sekarang sudah ada e-KTP, sudah ada ekosistemnya dan bisa dilakukan. Nanti mulai 31 Oktober 2017, semua wajib mendaftarkan nomor dengan cara ini," imbuhnya.

Pendaftaran NIK dan KK bisa dilakukan oleh pelanggan sendiri setelah membeli kartu prabayar.

Atau bisa juga dilakukan melalui gerai operator masing-masing.

(Baca: Tak Sembarang Dilarang, Ini Alasan Ponsel Tidak Boleh Digunakan di Pesawat dan Pom Bensin)

Halaman
123
Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help