SerambiIndonesia/

Meski Tak Terlalu Populer, Kota di Jerman Ini Sangat Ramah Lingkungan dan Dijamin Bebas Polusi

Selain itu, untuk ruang terbuka hijau, wah! siapapun akan bahagia tinggal dan membangun keluarga di sini.

Meski Tak Terlalu Populer, Kota di Jerman Ini Sangat Ramah Lingkungan dan Dijamin Bebas Polusi
SERAMBINEWS.COM/TIARA FATIMAH
Aktivitas masyarakat Munster yang terekam di pusat kota Prinzipalmarkt, Jerman, Jumat (22/9/2017). 

Laporan Tiara Fatimah I Münster

SERAMBINEWS.COM, MÜNSTER - Kota bebas polusi di Jerman, sepertinya tidak berlebihan jika Münster mendapat julukan tersebut. Sepanjang mata memandang, siang dan malam, kota ini memang padat dengan para pesepeda dan banyak ruang terbuka hijau.

Sekitar 280.000 orang tinggal di kota ini dimana 48.500 di antaranya adalah para mahasiswa. 

Meskipun sebagian di antaranya memilih naik bus khususnya bagi yang sudah manula ataupun menggunakan kenderaan pribadi.

Itu sebabnya kota ini pada tahun 2012, mendapatkan penghargaan European Energy Award in Gold atas kerja keras pemerintah dalam menekan angka polusi dan menjamin udara yang baik bagi warganya.

Kota Münster bahkan menyediakan jalur bebas hambatan bagi pesepeda. Di jalan ini sekitar 20.000 pesepeda lalu lalang setiap harinya. Hal ini merupakan perwujudan solusi lalu lintas berkelanjutan dalam upaya mengurangi emisi CO2 secara umum.

Jangan bayangkan bersepeda di kota ini akan ribet. Pasalnya, pemerintah sudah menyiapkan sistem yang super teratur untuk pembagian antara pejalan kaki, lintasan bus, lintasan sepeda hingga lintasan kenderaan umum.

Semuanya memiliki porsi masing-masing.

Untuk bersepeda, ada jalur khusus di trotoar yang dibagi dua dengan pejalan kaki. Jalur berwarna merah atau bersimbol sepeda, diperuntukkan khusus bagi sepeda. Sedangkan pejalan kaki berjalan di sisi sebelahnya.

Lalu jalan pun dibagi antara lintasan bus dan lintasan kenderaan pribadi. Semua saling mematuhi porsi masing-masing sehingga jarang sekali bahkan nyaris hampir tidak pernah ada kecelakaan.

Halaman
123
Penulis: Fatimah
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help