SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Persiraja belum Beruntung

Dewi fortuna tak memayungi perjuangan Persiraja dalam partai pembuka babak play-off Grup E Liga 2

Persiraja belum Beruntung
PEMAIN Persiraja berfoto bersama setelah melakoni sesi uji coba lapangan di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah. 

* Babak Play-Off Liga 2

BANDA ACEH - Dewi fortuna tak memayungi perjuangan Persiraja dalam partai pembuka babak play-off Grup E Liga 2 Indonesia musim 2017. Sore kemarin, di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Lantak Laju dipaksa bermain bermain seri 1-1 dengan Persepam Madura Utama (MU) Pamekasan, Jawa Timur.

“Sayang sekali, anak-anak Persiraja tak beruntung. Kalau saya mau jujur, pemain kita menguasai 60 persen permainan. Sementara lawan hanya bertahan sambil sekali-kali melancarkan serangan balik. Tim Persiraja bermain solid, bagus, dan berani. Namun, mereka kurang dalam penyelesaian akhir akibat tak tenang,” ungkap mantan Sekum Persiraja, Said Mursal melalui telepon tadi malam kepada Serambi, dari Solo, Jawa Tengah.

Menurutnya, dibandingkan dengan punggawa Persepam, permainan dari Ferry Komul dkk lebih berani. Bahkan, di babak kedua, Lantak Laju sepenuhnya menguasai permainan. Artinya, gol ke gawang lawan cuma menunggu waktu saja. Lagi-lagi, faktor lucky sepertinya tidak ada pada Farizal Dillah dkk.

“Seharusnya, jika anak-anak Persiraja lebih tenang lagi khususnya di depan gawang, mereka bisa mengkonversikan setiap peluang emas menjadi gol. Kalau dalam catatan saya, peluang bersih yang harus terjadinya gol itu ada tiga kesempatan. Sayang, kans itu tak bisa dimanfaatkan dengan baik,” lapor mantan wartawan Serambi tersebut.

Memang, diakui Said Mursal, secara postur Hidayat dkk kalah dari punggawa Persepam. Keunggulan tersebut tak membuat Fani Aulia cs kecut. Malahan, mereka berani bermain terbuka. Sementara pasukan Madura lebih bertahan di lapangan tengah. “Pemain Persepam untuk menghentikan laju serangan Persiraja, mereka tanpa malu langsung tidur di lapangan seakan-akan kram,” katanya.

Dari puluhan peluang emas yang dimiliki, lanjut Said Mursal, gol kedua Persiraja harusnya terjadi pada masa injury-time dari aksi Zulfadli. Ketika itu, Zulfadli berhasil melewati kiper Persepam setelah menerobos masuk kotak penalti. Meski gawang lawan sudah kosong, namun sepakan Zulfadli malahan ke luar lapangan. Sejenak aksi itu, wasit langsung mengakhiri pertandingan.

Hal senada juga diungkapkan asisten pelatih Persiraja, Sisgiardi, menyayangkan banyaknya peluang yang terbuang. Menurutnya, secara permainan anak-anak Aceh lebih unggul, termasuk dalam hal penguasaan bola. “Mungkin faktor keburuntungan saja yang belum berpihak ke Persiraja. Namun, kami masih optimistis bisa meraih hasil yang lebih baik,” kata Sisgiardi dalam konferensi pers di Stadion Manahan usai laga.

Persepam tampil menyerang sejak wasit Novriandy asal Jakarta Barat melengkingkan peluit kick off. Serangan kilat anak asuh Suwandi HS langsung berbuah hasil setelah kerja sama apik diakhiri dengan sepakan striker Ahmad Syaifullah menit 15.

Seakan tersentak dengan gol Persepam, Persiraja giliran intensif membangun serangan. Dimotori gelandang enerjik Faumi Syahreza, Laskar Rencong langsung membalas skor.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help