SerambiIndonesia/

Tak Terima Diusulkan PAW, Empat Anggota Dewan PA Pidie Menggugat Partainya

Namun, keempat anggota DPRK dari PA tersebut tidak menerima PAW sehingga mereka menggugat DPA PA dan DPW PA

Tak Terima Diusulkan PAW, Empat Anggota Dewan PA Pidie Menggugat Partainya
SERAMBINEWS.COM/M NAZAR
Anggota DPRK dari Partai Aceh, Iskandar MA tercatat eks Libya didampingi penasehat hukum, Muharramsyah, melakukan konferensi pers dengan wartawan di salah satu warung kopi di Sigli, Rabu (11/10/2017) 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - DPW Partai Aceh (PA) Pidie mengusulkan empat anggota DPRK Pide untuk dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).

Namun, keempat anggota DPRK dari PA tersebut tidak menerima PAW sehingga mereka menggugat DPA PA dan DPW PA.

Surat gugatan tersebut dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Sigli.

Baca: Ini Empat Anggota DPRK Pidie Dari PA Diusulkan PAW

"Kita telah mendaftarkan gugatan keempat klien kami ke PN Sigli tanggal 9 Oktober," tukas Kuasa Hukum empat DPRK dari PA Pidie, Muharramasyah SH, kepada Serambinews.com, Rabu (11/10/2017).

Ia mengatakan, partai mengeluarkan putusan pemberhentian terhadap empat DPRK dari PA Pidie merupakan tindakan melawan hukum dilakukan DPA dan DPW Partai Aceh.

Karena putusan pemberhentian itu tidak melampirkan putusan pengadilan yang menyatakan mereka dihukum lima tahun penjara ke atas.

"Juga tidak adanya lampiran surat dari Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRK bahwa klein kami telah melakukan pelanggaran kode etik," jelasnya.

Baca: PAW Misdar Diminta Tunggu Putusan MA

Seperti diketahui, empat anggota DPRK Pidie dari Partai Aceh (PA) akan diusulkan Pergantian Antar Waktu (PAW). Hal itu sesuai dengan surat dari DPW-PA Pidie yang ditujukan kepada dewan dengan Nomor 003/DPW-PA/Eks/IX/2017.

Nama-nama anggota dewan dari Partai Aceh yang diusulkan PAW. Adalah Rosminil dari dapil tiga, Munahasyah dapil dua, Iskandar MA (eks Libya) dapil dua dan Abdullah atau Keuchik Lah dapil lima. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help