Wow! Breakdancer Ganteng Asal Aceh Ini Juarai Kompetisi Dunia

Ajang bernama Indonesia Open X-Sport Championship (IOXC) ke-9 tahun 2017 itu berlangsung pada 6-8 Oktober di Manado, Sulawesi Utara.

Wow! Breakdancer Ganteng Asal Aceh Ini Juarai Kompetisi Dunia
ist
Breakdancer asal Aceh. 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Suryadi alias Dekdi, breakdancer (bboy) Aceh dari komunitas Nanggroe Break Cypherz (NBC) berhasil menjuarai kompetisi breakdance dunia.

Ajang bernama Indonesia Open X-Sport Championship (IOXC) ke-9 tahun 2017 itu berlangsung pada 6-8 Oktober di Manado, Sulawesi Utara.

Dekdi memenangi dua kelas yaitu juara I Split Crew (tim) bersama enam rekannya dari Indonesia dan Juara III Battle 1On1 (satu lawan satu).

(Baca: Dansa Jadi Olahraga Manula di Tiongkok)

Atas prestasinya itu, bboy berparas ganteng layaknya model ini pun menyabet dua medali serta hadiah uang tunai.

Pendiri dan Koordinator NBC, Naynunis yang akrab disapa Nay kepada Serambinews.com, Rabu (11/10/2017) mengatakan, prestasi itu sangat membanggakan pihaknya karena bboy Aceh dapat bersaing di level dunia.

“Saya senang dan bangga karena Aceh bisa mendapat prestasi seperti ini. Dengan serba kekurangan, kami masih dapat bersaing,” ujarnya.

Menurut Nay, ajang yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI bersama Bboyindo itu diikuti 120 peserta dari 11 negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Australia, Vietnam, hingga Jepang.

(Baca: Awas! Pakai Pelat Kendaraan Model Ini Siap-siap Berurusan dengan Polisi, Rp 500 Ribu Atau Penjara)

Selain itu, IOXC juga menampilkan berbagai olahraga ekstrim, antara lain BMX Freestyle & Flatland, Skateboard, Aggressive Inline Skate, Freestyle Basketball, dan Freestyle Soccer.

Nay, yang juga pelatih peserta Aceh mengungkapkan cerita menarik sebelum kompetisi. Karena minimnya dana, hanya ada satu peserta Aceh yang bisa mengikuti IOXC dengan dana pribadi.

“Aceh akhirnya gabung dengan kawan-kawan dari Jakarta, Surabaya, dan Palu untuk kelas Split Crew. Padahal dari potensi, anak Aceh boleh diadu,” terang Nay. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help