SerambiIndonesia/

Hina Profesi Wartawan, Kontraktor di Aceh Jaya Dipolisikan

Dikatakannya, karena masalah tersebut terkait penghinaan profesi sebagai jurnalis, ia tidak menerima dan melaporkan ke polisi.

Hina Profesi Wartawan, Kontraktor di Aceh Jaya Dipolisikan
SERAMBINEWS.COM/SAADUL BAHRI
Musliadi, salah satu wartawan online di Aceh Jaya Kamis (12/10/2017), melaporkan oknum kontraktor ke Mapolres Aceh Jaya dalam kasus penghinaan terhadap profesi pewarta. 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG – Musliadi salah satu wartawan online yang bertugas di Aceh Jaya Kamis (12/10/2017), menjelang sore tadi melaporan oknum kontraktor ke Mapolres Aceh Jaya dalam kasus penghinaan terhadap dirinya yang bertugas sebagai pewarta.

Musliadi melaporkan kasus tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan setelah dari situ langsung ke bagian Reskrim Polres Aceh Jaya yang ikut didampingi langsung pengacaranya Andi Suhanda SH, Pimpinan Redaksi Rubernews Rudi Hariyanto tempat musliadi bekerja dan PWI Aceh Jaya.

(Baca: Polisi Mulai Sidik Kasus Khatib Hina Wartawan)

“Saya  sebagai wartawan dihina saat memuat berita tentang pembongkaran Tugu di Calang, namun pada saat itu papan nama pekerjaan yang dikerjakan oleh rekanan tidak ada, sehingga saya buat judulnya misterius, lantas sang renakan bukan meminta klarifikasi tepi justru menghina,“ kata Musliadi, kepada Serambinews.com, Kamis (12/10/2017).

Dikatakannya, karena masalah tersebut terkait penghinaan profesi sebagai jurnalis, ia tidak menerima penghinaan itu, sehingga melaporkan ke polisi.

Sementara Afani salah satu rekanan di Calang yang dikonfirmasi Serambinews.com, menjelaskan, pihaknya merasa dirugikan oleh pemberitaan wartawan yang menyebutkan rekanan misterius dan tidak ada papan nama.

(Baca: Wartawan di Gayo Lues Polisikan Panitia Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati)

Sehingga ia marah dan sempat memaki-maki wartawan setelah berita itu muncul.

“Saat pembongkaran saya ada di lokasi dan ada pihak kepolisan untuk keamanan di sana dan pada saat itu memang tidak ada papan nama, karena lokasi sempit,” jelas Afani. (*)

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help