SerambiIndonesia/

Korban Sambaran Petir Membaik

Sebanyak enam pelajar SMP Swasta Al-Alaq Dewantara, Aceh Utara bersama satu warga yang terkena

Korban Sambaran Petir Membaik
Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf, didampingi camat Dewantara Amir Hamzah, menjenguk korban sambaran petir yang harus dirawat di Rumah Sakit Arun, Lhokseumawe, Sabtu (7/10/2017) malam. SERAMBI/ZAKI MUBARAK 

* Pelajar Sembuh, Ibu Kantin Masih Dirawat

LHOKSEUMAWE - Sebanyak enam pelajar SMP Swasta Al-Alaq Dewantara, Aceh Utara bersama satu warga yang terkena sambaran petir 7 Oktober lalu, pada Selasa (10/10) sore, sudah meninggalkan Rumah Sakit (RS) Arun Lhokseumawe setelah mendapat izin dari dokter. Hanya ibu kantin atau pengelola kantin sekolah, Aisyah (40), asal Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara yang masih dirawat di rumah sakit itu karena perlu mendapat perawatan medis lanjutan.

Keenam pelajar yang diperbolehkan pulang adalah, Fatahillah (14) asal Desa Bangka Jaya, lalu Iksan Maulana (14), dan M Rifki (14), keduanya asal Desa Tambon Tunong. Kemudian, TM Ulul Azmi (14), asal Desa Paya Dua, Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara, M AL Aqsha (14) asal Paloh Lada, serta M Suheil (20) asal Desa Keude Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara.

Sebelumnya, tiga korban sudah lebih dulu diizinkan pulang yaitu, Rizki Maulana (14) asal Desa Tambon Baroh, TM Riski asal Desa Keude Krueng Geukueh, dan M Hilal Azmi (14) asal Desa Paloh Lada. Musibah ini menelan dua korban meninggal yaitu pelajar M Zaki (14), asal Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu dan Muhammad (45), suami dari pengelola kantin Aisyah.

Wakil Bupati (Wabup) Aceh Utara, Fauzi Yusuf didampingi Kabag Humas T Nadirsyah, dan Camat Dewantara, Amir Hamzah juga sudah bertakziah ke rumah almarhum Muhammad dan Zaki. Saat itu, Wabup juga menyerahkan santunan kepada keluarga kedua korban.

Selain kepada kedua korban yang meninggal, Wabup juga menyerahkan santunan kepada Aisyah dan para pelajar SMP Al Alaq sebagai bentuk perhatian. “Ini adalah bentuk perhatian dari pemkab, dan kita berharap kepada warga yang sudah sembuh agar beraktivitas kembali seperti biasa, sementara para pelajar dapat bersekolah lagi,” pinta Wabup Fauzi Yusuf.

Diberitakan sebelumnya, cuaca buruk diwarnai sambaran kilat dan petir membunuh dua orang dan menciderai 11 lainnya di Kompleks PT AAF, kawasan Desa Paloh Lada, Sabtu (7/10) siang. Korban listrik alam tersebut adalah para pelajar SMP Swasta Al-Alaq yang berada di Kompleks PT AAF itu, termasuk suami istri pengelola kantin sekolah.

Wakil Bupati (Wabup) Aceh Utara, Fauzi Yusuf menyatakan, para pelajar dan warga yang selamat dalam musibah sambaran petir di kantin SMP Swasta Al-Alaq, Kompleks PT AAF pada 7 Oktober lalu, direncanakan akan di-peusijuek (tepung tawar) di sekolah tersebut. Hanya saja, belum diputuskan kapan prosesi peusijuek itu akan dilaksanakan.

“Pemkab akan mem-peusijuek terhadap 10 pelajar SMP Al Alaq dan juga terhadap warga yang terkena sambaran petir itu. Peusijuek ini nantinya kita lakukan di sekolah tersebut,” ujar Wabup Fauzi Yusuf yang didampingi Camat Dewantara, Amir Hamzah.

Ditambahkan Amir Hamzah, pelaksanaan ritual adat tersebut sebagai bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas keselamatan para korban. “Semoga ke depan, mereka bisa terhindar dari kejadian serupa,” tukas Camat Dewantara itu.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help