SerambiIndonesia/

Malam Pertama Berubah Duka, Pengantin Wanita Meninggal karena Ulah Suaminya

Banyak yang mengutuk pernikahan paksa ini, apalagi keegoisan suaminya yang menyebabkan pengantin wanita sampai meninggal.

Malam Pertama Berubah Duka, Pengantin Wanita Meninggal karena Ulah Suaminya
Sripoku.com
Ilustrasi 

“Ini tidak adil sama sekali dan pernikahan itu seharusnya tidak terjadi, bahkan jika beberapa suku percaya bahwa hal itu merupakan sebuah adat istiadat yang baik.”

(Baca: Sudah Punya 3 Istri, Apakah Ustaz Arifin Ilham Bakal Menikah Lagi untuk Keempat Kalinya?)

Praktik menikahi gadis muda tersebar luas di Yaman dan telah menarik perhatian kelompok hak asasi internasional yang berusaha untuk menekan pemerintah dengan melarang adanya pernikahan dengan anak-anak.

Namun, cengkeraman kemiskinan di Yaman berperan dalam menghambat upaya membasmi praktik seperti ini.

Keluarga miskin merasa tidak mampu untuk mengatakan tidak terhadap adanya ‘pengantin harga’ yang bisa mencapai ratusan dolar untuk mengambil putri mereka.

Sebuah laporan dari Departemen Urusan Sosial Yaman pada 2010 lalu menyebutkan bahwa lebih dari seperempat wanita di Yaman menikah sebelum usia 15 tahun.

(Baca: Perempuan Cantik Ini Menjadi Satu-satunya Penjual Ikan di Pasar Turki, Alasannya Membanggakan)

Selain itu, adat istiadat juga memainkan peranan, termasuk adanya kepercayaan bahwa pengantin perempuan muda dapat dibentuk menjadi istri yang patuh, dapat melahirkan lebih banyak anak, dan menjauhkan dari godaan.

Sebuah organisasi hak asasi setempat mengatakan pada September 2010 lalu seorang pengantin perempuan berusia 12 tahun meninggal setelah berjuang selama tiga hari dengan sekuat tenaga untuk melahirkan.

Pemerintah Yaman pernah menetapkan umur 15 tahun sebagai usia minimum untuk melakukan perkawinan.

(Baca: 4 Perempuan Aceh Ini Meraih Penghargaan Internasional, Begini Kisah dan Perjuangan Mereka)

Tetapi parlemen Yaman kemudian membatalkan peraturan itu pada tahun 1990-an, dan mengatakan para orang tua harus memutuskan kapan seorang putrinya dapat kawin.(*)

Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help