SerambiIndonesia/

Mihrab

Baitul Makmur Terindah di Indonesia

Ketua Badan Kemakmuran Masjid, Masjid Agung Baitul Makmur, Drs Bukhari MM mengatakan, masjid di jantung

Baitul Makmur Terindah di Indonesia - masjid-agung-baitul-makmur-meulaboh_20171013_082214.jpg
MASJID Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Aceh Barat, Rabu (4/10)
Baitul Makmur Terindah di Indonesia - 1-muharram-1439-hijriah-di-masjid-agung-baitul-makmur_20171013_082315.jpg
Masyarakat dan pejabat Pemkab Aceh Barat ketika mendengar ceramah agama menyambut tahun baru Islam, 1 Muharram 1439 Hijriah di Masjid Agung Baitul Makmur, Rabu 20 September 2017

Ketua Badan Kemakmuran Masjid, Masjid Agung Baitul Makmur, Drs Bukhari MM mengatakan, masjid di jantung Meulaboh ini, hingga sekarang masih masuk 100 masjid terindah di Indonesia. Itu termuat dalam buku karya Teddy Djokrosaputro Aryananda (100 Masjid Terindah di Indonesia) terbitan PT Andalan Media, Agustus 2011 setebal 209 halaman. Disebutkan ada 100 masjid terindah di Indonesia. Untuk Aceh adalah Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, dan Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh.

Masjid kebanggaan rakyat Aceh Barat ini memiliki tiga pintu gerbang dengan tatanan warna yang padu-padan, didominir coklat keemasan. Gerbang-gerbang itu setelah bingkai utamanya berwarna coklat keemasan, pada dindingnya hadir pula warna putih kekelabuan dengan relief bunga dalam kotak-kotak dengan pinggir berbiku-biku, bagai tampilan atasan tart. Lalu ada tiang coklat susu dengan tampuk warna hampir tosca.

Kehadiran warna biru, kuning emas, di bangian dalam masjid juga memanjakan mata yang melihatnya. Kendati warna-warna tersebut relatif terang, namun kesan sejuk tetap terpancar dari Baitul Makmur.

Aneka kaligrafi keemasan dan lampu hias kristal besar di tengah-tengah turut memperindah bagian dalam masjid. Lantas tiga garis setengah lingkaran di seputar mihrab, diwarnai coklat dan krem, mengingatkan kita pada partisi bangunan Mesir kuno. Permadani hijau pupus melengkapi keteduhan dalam masjid. Boleh jadi diperkuat oleh sirkulasi udara yang lepas lewat disain terbuka. Baik di sisi kiri, kanan, maupun dari depan masjid. Untuk memancarkan sejuk, kiranya Baitul Makmur memang tak perlu AC, tapi cukuplah dengan beberapa kipas angin.

Di lantai dua juga mendapat sentuhan hiasan dan warna-warna senada dengan di lantai satu, yang disangga pulukan tiang dan memperkokoh sosok Baitul Makmur.

Lihatlah halamannya. Keidahan batu-batu jenis granit hampir kehitaman terpajang di pelataran masjid. Pemandangan teratur pun ada di perparkiran (sedang dibangun lagi tempat parkir yang lebih baik). Lalu kubah besar di tengah, disandingkan dengan empat kubah ukuran sedang yang semuanya berwarna maroon, plus dua menara dengan ketinggian 50 meter lebih, bagai menambah hiasan di biru langit sekitar Baitul Makmur. Masjid ini berpekarangan 5,2 hektare dan luas bangunan 3.500 meter, dengan daya tampung sekitar 10 ribu jamaah, juga dibingkai oleh pagar besi coklat keemasan, yang menjadikannya mewah dan berkelas.

Sumbangan
Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh dibangun dengan sumbangan masyarakat, anggaran pemerintah, baik kabupaten, provinsi, maupun sumber-sumber lain.

Pembangunannya terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan masterplan yang sudah dirancang. “Sejumlah bangunan di sekitar masjid terus dibangun,” kata Bukhari.

Bukhari yang juga Sekda Aceh Barat. Ia mengatakan peletakan batu pertama pembangunan masjid kabupaten itu dilakukan oleh Menteri Koperasi/Kepala Bulog, H Bustanul Arifin pada tanggal 20 April 1987, saat itu didampingi Bupati Aceh Barat, Malik Ridwan Badai SH.

Pada masa Bupati Aceh Barat dijabat Drs HT Rosman, Baitul Makmur rampung dengan bangunan induk. Diteruskan Bupati Drs H Nasruddin MSi, dan seterusnya, hingga kini masa Bupati H Ramli MS (2017-2022). Pelaksanaan shalat Jumat perdana jatuh pada 21 Juli 2000. Kala itu bertindak sebagai imam Tgk Nazaruddin dan khatib Prof Dr Rusydi Ali Muhammad (guru besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh), serta secara resmi kegiatan shalat lima waktu diaktifkan di masjid Bumi Teuku Umar Johan Pahlawan tersebut.

Banyak calon nama yang direkomendasikan. Sebut saja Al-Hilal, Al-Achsan, Al-Huriyah, Darussalam. Termasuk usulan AA Gym, yaitu Qalbin Salim. Namun tahun 2008 dengan persetujuan Majelis Permusyarawatan Ulama Aceh Barat, maka melalui surat keputusan bupati nomor 894/2008, nama Masjid Baitul Makmur ditabal sebagai Masjid Kabupaten Aceh Barat. Sebuah masjid dengan fasilitas utama yang relatif lengkap, termasuk madrasah terpadu (yayasan milik Pemkab Aceh Barat, meliputi MTsS Nurul Falah yang dilengkapi asrama, Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah, dan TK Nurul Falah). Itulah Masjid Agung Baitul Makmur, sebuah masjid yang kondang pula dengan pelaksanaan ijab kabul masyarakatnya.(rizwan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help