SerambiIndonesia/

Tafakur

Pertimbangan Hati

Alangkah mengagumkan keadaan orang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan

Pertimbangan Hati

Oleh: Jarjani Usman

“Alangkah mengagumkan keadaan orang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya terdapat pada seorang mukmin. Jika memperoleh kesenangan, dia akan bersyukur, sehingga itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika ditimpa kesusahan, dia akan bersabar, itu juga menjadi kebaikan baginya” (HR. Muslim).

Jika ingin hidup beruntung, jadilah orang yang benar-benar beriman, bukan setengah-setengah. Itulah inti pesan dari sebuah hadits. Alasannya, dalam suasana bagaimanapun orang mukmin beruntung dengan aliran-aliran pahala. Namun tentunya, itu sebuah proses menjadi atau proses suatu usaha yang melibatkan hati.

Apalagi tak sedikit orang yang menyebut diri mukmin, tetapi dalam kesehariannya tak mau bersyukur dan bersabar. Dalam keadaan memiliki banyak harta dan kemewahan, menjadi tinggi hati. Mempunyai mobil mewah, misalnya, semakin sembarangan di jalan raya. Seakan-akan jalan hanya diperuntukkan untuknya, sehingga menekan gas kuat-kuat, tak peduli ada hati yang tersakiti.

Namun, mukmin cenderung hidup rendah hati dan penuh pertimbangan hati. Semua orang dianggap saudara, yang memiliki hak untuk menggunakan jalan raya, sehingga perlu bersabar dalam menggunakannya, saling memberi dan saling mengerti. Hidup dengan pertimbangan hati tentunya juga berpahala. Apalagi bila terjadi kecelakaan, banyak hamba yang lain yang ada hubungan dengannya akan ikut merasa sakit hati.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help