SerambiIndonesia/

Polisi Tangkap Dalang Pembunuhan

Tim Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Reskrim Polres) Lhokseumawe berhasil menangkap tersangka

Polisi Tangkap Dalang Pembunuhan
KABAG Sumda Polres Lhokseumawe, Kompol Suharmadi didampingi Kasat Reskrim, AKP Budi Nasuha memperlihatkan barang bukti yang disita dalam kasus perencanaan pembunuhan warga Nisam, Aceh Utara, Kamis (12/10). 

LHOKSEUMAWE - Tim Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Reskrim Polres) Lhokseumawe berhasil menangkap tersangka yang diduga sebagai dalang atau otak pelaku dalam kasus perencanaan pembunuhan Yusuf alias Yah Sop Nisam, Aceh Utara. Pria berinisial AM (55) asal Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, itu ditangkap di kawasan Pidie Jaya, pada Rabu (11/10) sekitar pukul 22.00 WIB.

Sebelumnya diberitakan, AD (52), warga Kuta Makmur, Aceh Utara, ditangkap polisi Kamis (4/10) malam atas tuduhan merencanakan pembunuhan bersama teman-temannya terhadap Yusuf asal Nisam, Aceh Utara. Motif kasus ini, hanya karena AM dan temannya merasa sakit hati akibat banyak lembu yang dipelihara tersangka mati. Mereka menduga kematian lembu itu akibat diracuni korban. Di sisi lain, korban yang urung terbunuh memastikan bahwa ia tidak pernah meracun lembu-lembu yang dipelihara para tersangka.

Berdasarkan penyidikan polisi terungkap pula bahwa dalam upaya membunuh korban, para tersangka sempat membayar seorang pembunuh bayaran. Namun, dalam perkara ini, si pembunuh bayaran hanya dijadikan saksi saja. Itu karena, sesuai hasil pemeriksaan, pria tersebut memang tak pernah berniat untuk membunuh korban juga tak sempat mengeksekusi.

Selanjutnya, Senin (9/10) malam, polisi menangkap dua lagi tersangka, yakni IS (45) dan SA (24), keduanya warga Nisam, Aceh Utara.

Setelah ketiga tersangka ditangkap, penyidik menemukan lagi fakta baru bahwa ada tersangka utama dalam kasus ini, yaitu AM, orang yang menyuruh ketiga tersangka melakukan upaya pembunuhan, disebut juga actor intellectualis dalam kasus ini.

Menurut penyidik, AM-lah pemilik semua lembu tersebut. Ketiga tersangka hanya berstatus sebagai pemelihara. Karena banyak lembunya yang mati, maka AM pun menyuruh ketiga tersangka lainnya membunuh Yusuf dengan tuduhan telah meracuni lembu miliknya. Bahkan untuk memodali upaya pembunuhan, tersangka AM mengizinkan ketiga tersangka lainnya untuk menjual masing-masing satu lembu.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha, menyebutkan, saat kasus ini pertama terungkap, pihaknya hanya menargetkan tiga tersangka untuk ditangkap. Namun setelah ketiga tersangka ditangkap, barulah terungkap bahwa AM ternyata dalang yang menyuruh mereka untuk membunuh Yusuf. “Bahkan untuk membayar pembunuh bayaran, AM rela memberikan tiga ekor lembunya untuk dijual,” ujar AKP Budi.

Dengan tertangkapnya A, maka seluruh tersangka dalam kasus ini sudah berhasil ditangkap. Pihak penyidik kini hanya tinggal merampungkan saja berkas perkara ini untuk bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan setempat.

Saat menggelar konferensi pers kemarin, polisi juga memperlihatkan barang bukti yang disita dalam kasus perencanaan pembunuhan ini. Di antaranya uang Rp 3 juta yang merupakan uang muka (persekot) yang diberikan seorang tersangka kepada si pembunuh bayaran. Diperlihatkan juga sebilah pisau sebagai barang bukti.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, pisau itu disita saat pihaknya menangkap AD beberapa hari lalu. (bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help