SerambiIndonesia/

Waspadai Pengemis di Permukiman

Guna mengantisipasi tindakan berbahaya bahkan menjurus ke kriminal, warga Kota Banda Aceh diingatkan

Waspadai Pengemis di Permukiman
Dody Haikal

BANDA ACEH - Guna mengantisipasi tindakan berbahaya bahkan menjurus ke kriminal, warga Kota Banda Aceh diingatkan untuk mewaspadai pengemis yang berkeliaran di permukiman. Peristiwa perampokan yang dilakukan seorang peminta sumbangan terhadap ibu muda di Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (11/10) lalu, harus dijadikan pelajaran agar tidak kembali terjadi.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Dody Haikal SStp kepada Serambi, Kamis (12/10). Menurutnya, rasa kepedulian dan kebersamaan antarwarga perlu diperkuat agar kejadian seperti itu tak terulang. “Warga harus peduli terhadap lingkungan tempat ia tinggal. Petugas Kamtibmas gampong juga harus lebih proaktif,” ujarnya.

Menurut Dody, dalam menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng), pihaknya selalu berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kota. Dengan jumlah anggota yang terbatas, wilayah yang bisa dijangkau juga hanya terbatas di pusat kota. “Gepeng yang terjaring di traffic light dan kafe-kafe terus kami bina di Rumah Singgah Lamjabat. Mayoritasnya orang luar Banda Aceh,” kata Dody.

Selain itu, dia juga mengimbau para warga agar tidak memberi sumbangan kepada gepeng karena justru akan ‘menumbuh-suburkan’ budaya mengemis. Terkait ramainya peminta yang mengatasnamakan sumbangan untuk Rohingya, lanjut Dody, masyarakat diminta untuk menyalurkannya ke lembaga resmi. “Momentum ini bisa saja dimanfaatkan oknum untuk keuntungan pribadinya,” jelas dia.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Satpol PP Banda Aceh, Yusnardi SSTP MSi yang menyebut aktifitas gepeng bisa berujung pada tindak kriminal. Menurutnya, banyaknya warga kota yang beraktivitas di luar rumah pada siang hari, menjadi peluang bagi oknum yang berniat jahat. “Warga harus selalu waspada saat rumah dalam keadaan sepi,” ujarnya, dan menyebut pemasangan CCTV di rumah merupakan langkah preventif yang sangat baik.

Sebagai tindakan antisipatif, Yusnardi mengimbau warga untuk melaporkan aktifitas gepeng maupun tindak tanduk mencurigakan di lingkungannya lewat call center 081219314001 (24 jam). “Perilaku gepeng baik di jalanan, kafe, fasilitas umum, dan rumah warga tidak dibenarkan. Hal ini sesuai dengan Perwal Nomor 11 Tahun 2017 Pasal 35 Ayat 1,” jelas Kasatpol PP.

Direktur Psikodista Konsultan, Dra Nur Janah Al Sharafi Psikolog MM mengimbau masyarakat agar tidak membawa masuk orang tak dikenal (asing) ke dalam rumah, karena akan sangat sulit menjajaki sosok asing tersebut pada interaksi pertama. “Jika pun harus ditemui, usahakan di teras rumah dengan didampingi anggota keluarga lain,” katanya.

Menurut Dosen Konseling Universitas Syiah Kuala itu, saat ini banyak penjahat yang menggunakan kedok ‘topeng kewarasan’ (the mask of sanity) untuk membungkus perilaku kriminalnya. “Mereka tampil seolah pribadi yang sehat, ramah, alim, bahkan penuh pesona. Topeng ini mengecoh masyarakat dan polisi sehingga sulit mengungkap siapa pelaku sebenarnya,” jelas Nur Janah. Ditambahkan, penjahat seperti itu tak mesti sosok ‘born criminal’, namun bisa karena pengalaman hidup atau interaksi yang salah.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help