SerambiIndonesia/

Turki Siap Investasi Apa pun di Aceh

Pemerintah Turki menyatakan siap untuk investasi apa pun di Aceh, terutama dalam bidang energi

Turki Siap Investasi  Apa pun di Aceh
WAKIL Perdana Menteri Turki, Fikri Isik (kiri) bersama Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Duta Besar Turki untuk Indonesia, Mehmet Kadri Sander Gürbüz (kanan) melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid sebelum shalat Jumat di Masjid Raya Banda Aceh, Jumat (13/10). 

BANDA ACEH - Pemerintah Turki menyatakan siap untuk investasi apa pun di Aceh, terutama dalam bidang energi yang saat ini sedang dijajaki Pemerintah Aceh dengan perusahaan-perusahaan swasta di Turki. Rencana investasi pihak swasta itu disambut baik dan akan segera diwujudkan, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Turki.

Hal itu disampaikan Wakil Perdana Menteri (PM) Turki, Fikri Isak, dalam konferensi pers bersama Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, di Pendapa Gubernur Aceh, Jumat (13/10). “Turki akan memberikan bantuan investasi dalam hal apa pun, asal saja perundang-undangan mempermudah langkah kita,” kata Fikri Isik.

Kemarin, Wakil PM Turki, Fikri Isak tiba di Aceh untuk kunjungan kerja sekembali dari Jakarta dengan tujuan Turki. Dalam kunjungannya itu, Fikri Isak turut ditemani Duta Besar Turki untuk Indonesia, Mehmet Kadri Sander Gürbüz, dan sejumlah rombongan lainnya. Kunjungan Fikri Isak ke Aceh sebagai kunjungan balasan atas kedatangan Irwandi Yusuf ke Turki beberapa pekan lalu.

Dalam konferensi pers itu, rencana investasi pihak Turki lebih banyak mencuat ketimbang hal lain. Fikri Isak menyebutkan, soal energi pihaknya memang telah membahas panjang lebar dengan Gubernur Irwandi beberapa waktu lalu, termasuk persoalan energi di Aceh. “Kami sudah dengar langsung dari gubernur dan sudah membahasnya panjang lebar,” sebutnya.

Oleh sebab itu, kata Fikri Isak, pihaknya sangat serius untuk berinvestasi di Aceh. Khusus untuk energi, ada beberapa perusahaan Turki yang telah menyampaikan niatnya untuk datang ke Aceh. “Kami juga sangat ingin perusahaan-perusahaan Tukri untuk investasi di sini dan kami mendukung perusahaan tersebut,” katanya.

Pemerintah Turki, tambah Isak, sebenarnya tidak berinvestasi dalam bidang energi, investasi di bidang ini lebih banyak dilakukan oleh perusahaan swasta. “Tentunya kami mendukung perusahaan tersebut,” sebut Fikri Isak.

Sementara itu, Gubernur Irwandi menyebutkan, ada dua perusahaan yang diakui telah menandatangani perjanjian dengan Aceh untuk rencana investasi di Aceh, salah satunya seperti Hitay. Ada yang akan membangun pembangkit tenaga listrik, ada juga yang penjajakan untuk penggarapan energi panas bumi. “Kenapa harus dengan Turki? Karena Tukri dan Aceh sudah saling memahami, kita punya sejarah, romantisme Aceh Turki masih ada. Turki dengan Aceh sama dengan adik abang,” sebut Irwandi.

Sebelum dijamu makan siang di Pendapa Gubernur Aceh kemarin, Fikri Isak dan rombongan lebih dulu menunaikan shalat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Seusai shalat Jumat, Fikri dipersilakan berpidato di hadapan ribuan jamaah. Fikri Isak menyampaikan kedekatan Aceh dengan Turki yang terjalin sejak ratusan tahun silam.

“Apa yang telah dilakukan kakek kami terdahulu kepada Aceh, insya Allah kami akan berusaha mengikuti jejak kakek kami,” kata Isak. “Allahu akbar, Allahu akbar,” pekik jamaah.

Ia sampaikan, kesulitan yang dihadapi bersama telah mempersatukan umat muslim di seluruh dunia. “Kami juga mengetahui kepedulian dukungan rakyat Aceh di saat upaya kudeta di Turki satu tahun lalu,” sebutnya.

“Kita seperti susunan bata, demi tercipta kedamaian, kita akan terus bekerja sama. Terima kasih atas sambutan hangat seluruh masyarakat Aceh dan Gubernur Aceh,” sambung Fikri Isak.

Dalam konferensi pers kemarin, Fikri Isak juga ditanya persoalan konflik kemanusiaan Rohingya. Ia menegaskan  bahwa Turki selalu berada di belakang Rohingya dan juga Palestina dalam hal kemanusiaan. “Dalam bantuan kemanusiaan kita selalu coba berada di garis depan, 1.050 ton bantuan telah dikirim ke Rohingya, bantuan ini berlanjut hingga sekarang,” sebutnya.

Pemerintah Turki saat ini juga sedang melakukan hubungan bilateral dengan Bangladesh, Turki bukan hanya mengupayakan bantuan kemanusiaan, tapi juga selalu menyampaikan hal tersebut kepada PBB. “Untuk mengakhiri krisis di Rohingya apa yang bisa dilakukan Turki akan terus dilakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam konferensi pers 100 Hari Irwandi-Nova yanga berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh kemarin pagi, Irwandi menyebutkan, dari berbagai proyek energi yang sedang diupayakan Pemerintah Aceh saat ini, yang paling berpeluang terwujud dalam waktu dekat adalah proyek energi yang investasinya berasal dari pihak Turki (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help