Gudang Kopi Rentan Terbakar

Gudang tempat penyimpanan kopi milik para pengusaha dan eksportir kopi di Bener Meriah rentan terbakar

Gudang Kopi Rentan Terbakar
Seorang petani kopi warga Kampung Blanggele, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah sedang memetik buah kopi.SERAMBI/MAHYADI 

* Pengusaha Diminta Tingkatkan Standarisasi

REDELONG - Gudang tempat penyimpanan kopi milik para pengusaha dan eksportir kopi di Bener Meriah rentan terbakar, terutama saat musim kemarau. Para pengusaha diminta untuk meningkatkan standarisasi perlindungan gudang kopi dengan peralatan pemadam kebakaran yang lebih baik lagi.

Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah menilai pengusaha eksportir kopi untuk lebih memenuhi standarisasi perlindungan dari kebakaran. Bahkan, selama ini belum ada standar yang baik, bila terjadi kebakaran di gudang-gudang kopi yang tersebar di seluruh kawasan Bener Meriah.

Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bener Meriah, Anwar Sahdi, Sabtu (14/10) mengatakan perlindungan dari kebakaran terhadap gudang-gudang milik pengusaha kopi Gayo di Bener Meriah masih belum memadai. Dia berharap, agar pelu ditingkatkan, sebab jika terjadi kebakaran berpotensi mengalami musibah kebakaran yang besar.

“Selama ini, pengamanan antisipasi gudang kopi dari kebakaran belum memenuhi standar, sehingga harus ada perhatian dari pengusaha,” katanya. Dia menjelaskan keselamatan pekerja dan kerugian material yang besar bagi pengusaha kopi sangat diperlukan, sehingga standarisasi peralatan pemadam kebakaran harus segera ditingkatkan.

Dia mengungkapkan kekhawatiran tersebut sangat beralasan, karena gudang kopi memiliki area bangunan luas dan besar. Disebutkan, area itu juga memiliki bahan yang mudah terbakar, sehingga jika tidak memenuhi standarisasi, maka dikhawatirkan akan merugikan pengusaha sampai milliaran rupiah jika terbakar.

“Saat ini, hampir dipastikan gudang penyimpanan kopi belum memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP). Artinya, mereka harus meningkatkan alat-alat kebakaran, termasuk sosialisasi bagi pekerja, jika terjadi kebakaran, apa yang harus diperbuat,” jelasnya.

Disebutkan, mesikupun beberapa gudang penyimpanan kopi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah sudah memiliki alat pemadam api ringan. Tapi, katanya, para pekerja tidak pernah mengikuti pelatihan untuk antisipasi awal bila terjadi musibah kebakaran.

“Ada beberapa kasus kebakaran gudang kopi, rata-rata tidak tahu berbuat apa, kecuali seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba,” pungkas Anwar Sahdi. Dia menegaskan gudang penyimpanan kopi memiliki potensi besar untuk terjadi kebakaran besar yang bisa merambat ke rumah-rumah warga di sekitarnya.

Sedangkan Instruktur Kebakaran BPBD Bener Meriah, Rahmatullah SP menjelaskan untuk memenuhi standarisasi perlindungan bahaya kebakaran, maka perlu mempertimbangkan beberapa faktor. Di antaranya, jaringan listrik di semua gedung harus memenuhi pedoman umum instalasi listrik dan pemilik harus membentuk tim bantuan kebakaran.

“Hal itu perlu dilakukan agar bisa menanggulangi bahaya kebakaran. Sebab jika sudah terbentuk tim satuan pengaman dan bantuan kebakaraan, maka harus diberikan pemahaman dan keterampilan untuk berbuat apa, jika kebakaran terjadi,” ujarnya.

Dia mengungkapkan ampas, kulit kopi sebelum menjadi biji hijau memiliki kandungan guaranina serta nitrogen dan jika kedua molekul itu terurai menjadi unsur terpisah dengan persenyawaannya dan membentuk rokhatoksin akan berdampak menjadi sebuah ledakan. “Karena nitrogen murni atau tunggal merupakah salah satu bahan peledak,” imbuhnya.

Dia berharap agar karung-karung kopi disusun rapi di atas papan kayu, supaya tidak bersinggungan dengan permukaan lantai, juga jarak tumpukan karung kopi, berupa pembatas dinding. Hal itu dilakukan guna memberi ruang udara agar tekanan gas-gas yaang terlepas dari kopi tidak padat sertaa bertumbukan atau bergesekan.

“Potensinya akan menjadi kebakaran atau ledakan, terlebih bila ada penggunaan api dekat gudang penyimpanan kopi, pastinya akan lebih berbahaya,” pungkasnya.(c51)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved