SerambiIndonesia/

Ayo ke Museum Aceh! Masih Ada Masakan Khas Mejeng di Pameran

Pameran ini terbuka untuk umum dan khusus untuk hari pertama tidak diberlakukan tiket masuk.

Ayo ke Museum Aceh! Masih Ada Masakan Khas Mejeng di Pameran
SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI
Pameran temporer bertajuk ‘Aroma Memikat Dari Dapur Tradisional Aceh' digelar selama sepekan (12-18/2017). 

Laporan Nurul Hayati | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Setelah sukses mengadakan serangkaian acara dalam peringatan Hari Museum Nasional, masakan khas Aceh masih mejeng di Museum Aceh.

Pameran temporer bertajuk ‘Aroma Memikat Dari Dapur Tradisional Aceh' digelar selama sepekan (12-18/2017).

Jadi masih ada sisa dua hari lagi bagi kamu yang ingin mengulik rahasia dapur dibalik kelezatannya.

Sebelumnya panitia sukses mengadakan rangkain kegiatan dimulai dengan lomba pengetahuan sejarah tingkat SMP, SMA, dan selebgram Aceh (13-15/10), fun race cooking (15/10), bazaar kuliner Aceh pukul 11.00-17.00 WIB (12-15/10), membuat kolase tingkat SD (14/10), panggung hiburan 20.30 – 23.30 WIB.

(Baca: Pamer Kepiting Maknyus, Apakah Illiza Mulai Berbisnis Kuliner di Ulee Lheue? Ini Respon Warga)

Pameran ini terbuka untuk umum dan khusus untuk hari pertama tidak diberlakukan tiket masuk.

Foto pameran dari dapur Aceh
Foto pameran dari dapur Aceh (SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI)


Selanjutnya diberlakukan tiket seperti biasa dengan tarif bervariasi, tergantung jumlah dan asal pengunjung.

Adapun tarif tiket yaitu Rp 1.000 per orang untuk rombongan dan Rp 2.000 bagi yang datang perorangan.

Sedangkan bagi pengunjung Warga Negara Asing (WNA), diberlakukan tarif Rp 3.000 per orang untuk rombongan dan Rp 4.000 bagi yang datang perorangan.

Dalam pameran temporer tersebut, pengunjung bisa melihat bumbu-bumbu khas Aceh, perkakas memasak tradisional, serta jalur rempah aroma.

Kepala UPTD Museum Aceh, Junaidah mengemukakan alasan mengangkat tema tersebut yaitu, fakta bahwa kuliner Aceh disenangi masyakarat.

Termasuk perkakas yang digunakan, mengingat peralatan dan cara memasak sangat mempengaruhi citarasa makanan.

Foto pameran dari dapur Aceh
Foto pameran dari dapur Aceh (SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI)

“Sembari itu kita memperkenalkan kembali bagaimana bentuk dapur tradisional Aceh zaman dulu. Itu merupakan salah satu tugas kami untuk meneliti, merawat, memamerkan, untuk tujuan pembelajaran dan rekreasi,” terangnya.

(Baca: Ini Ajimat Rante Bui Milik Tgk Cot Plieng, Kebal Peluru, Cerita Hingga Tersimpan di Museum Belanda)

Sebelumnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang menaungi UPTD Museum Aceh, sebelumnya telah sukses menyelenggarakan Aceh International Halal Food Festival (AIHFF).

Nah! Buat kamu penggemar wisata kuliner, jangan sampai ketinggalan ya. (*)

Penulis: Nurul Hayati
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help