SerambiIndonesia/

Usai Tarik Tambang, Mantan Kapolres Aceh Barat Meninggal Dunia

“Almarhum langsung dilarikan ke rumah sakit. Tapi, Allah berkehendak lain, nyawa almarhum tidak tertolong,”

Usai Tarik Tambang, Mantan Kapolres Aceh Barat Meninggal Dunia
FOTO/IST
Wadir Lantas Polda Sumbar AKBP Faisal Rivai SIK.

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Innalillah wainnailaihi rajiun.. Berita duka menyelimuti Polda Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (14/10/2017), sekitar pukul 12.50 WIB.

Wadir Lantas Polda Sumbar, AKBP Faisal Rivai SIK (45) yang juga mantan Kapolres Aceh Barat pada tahun 2012 sampai 2015 lalu.

Ia menghembuskan napas terakhir setelah mengikuti olah raga tarik tambang dalam rangka memeriahkan HUT Ke-62 Lantas yang digelar Polda Sumbar di Mifan Water Park Padang Panjang.

(Baca: Tuan Rumah Gayo Lues Juara Umum Pacuan Kuda, Kapolres Serahkan Hadiahnya)

Informasi itu baru diperoleh Serambinews.com, Selasa (17/10/2017) sore.

Almarhum sebagai lulusan Akpol tahun 1993 itu, meninggalkan lima putra-putri, dua di antaranya masih berada di Banda Aceh, tepatnya di Lamjamee, karena harus sekolah.

Bahkan almarhum AKBP Faisal Rivai mempersunting wanita Aceh belasan tahun lalu. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan SH MH yang dihubungi Serambinews.com tadi malam.

“Saya sontak mendengar kabar duka itu. Bahkan saya masih sangat ingat dengan beliau, karena ada beberapa kali almarhum selama jadi Wadir Lantas di sana, sempat menanyakan kapan saya bisa datang ke sana. Iya, paling saya hanya bisa jawab Insya Allah, bila saya datang akan dikabari,” kata Kombes Goenawan.

Kabid Humas Polda Aceh yang mengaku juga pernah bertugas 9 tahun di Polda Sumbar dengan posisi yang sama ditempati almarhum Faisal Rivai, menyebutkan satu persatu dari mantan anggotanya di sana, diberi keluasan berbicara dengannya.

(Baca: Edarkan Uang Palsu, Pria yang Mengaku Saudara Kapolresta Banda Aceh Ini Ditangkap)

“Mantan-mantan anggota saya di Ditlantas Polda Sumbar itu satu per satu bicara dengan saya, menggunakan Hp almarhum. Itu yang cukup mengingatkan saya,” kenang Kombes Goenawan.

Ia menjelaskan habis mengikuti olahraga tarik tambang dengan memperkuat tim pejabat utama Polda Sumbar sampai tiga kali trip melawan tim beranggotakan para kasatlantas, almarhum terjatuh saat kegiatan sedang berjalan.

“Almarhum langsung dilarikan ke rumah sakit. Tapi, Allah berkehendak lain, nyawa almarhum tidak tertolong,” pungkas Kombes Goenawan. (*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help