Susi Komit Hukum Kapal Asing

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan komit menindak tegas kapal asing yang

Susi Komit Hukum Kapal Asing
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didampingi Wagub Aceh Nova Iriansyah, Bupati Aceh Barat, Bupati Abdya dan Bupati Nagan Raya serta Rektor UTU ketika menghadiri simposiun nasional sektor perikanan dan kelautan di kampus UTU di Meulaboh, Aceh Barat, Senin (16/10). 

* Terkait Penangkapan Kapal MV Silver Sea 2

MEULABOH - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan komit menindak tegas kapal asing yang mencuri ikan di laut Indonesia. Salah satunya kasus Kapal MV Silver Sea 2 yang ditangkap di kawasan laut Sabang pada 2015. “Kasusnya sudah ke Kejati Aceh. Harapan kita kasus itu tidak masuk angin,” kata Susi dalam Simposium Nasional di Kampus Universitas Teuku Umar (UTU) di Meulaboh, Senin (16/10).

Menurut Susi kapal tersebut membawa ikan yang diduga hasil curian dari wilayah Indonesia. Kini kapal tersebut diamankan di Sabang. Susi mengakui dirinya pernah meninjau kapal itu saat ditangkap dan terdapat banyak ikan di dalamnya. Penangkapan kapal tersebut dilakukan TNI Angkatan Laut (AL) di Sabang.

“Saya mohon titip kepada kejaksaan dan pengadilan untuk mengawal, tidak boleh masuk angin, tidak boleh, karena itu adalah kedaulatan bangsa, bukan cuma sekadar kapal ikan, itu simbol kedaulatan negara kita, tidak boleh kita bermain-main,” katanya. Menurutnya setelah ada putusan pengadilan kapal asing tersebut akan disita menjadi milik negara.

Seperti diberitakan sebelumnya KRI Teuku Umar berhasil mengejar dan menangkap satu kapal asal Thailand saat melintasi di perairan Sabang, Kamis 13 Agustus 2015 silam. Kapal sepanjang 81 meter dan berkekuatan 2.285 GT tersebut disebut-sebut bermuatan ikan dalam jumlah banyak diduga hasil illegal fishing di laut Indonesia. Kapal itu kini berada di Teluk Sabang dalam pengawasan TNI AL Sabang.

Selama ini diduga kapal itu menampung ikan hasil ilegal fishing di Papua Nugini dan laut Indonesia. Ikan-ikan tersebut kemudian diselundupkan ke luar negeri. Nahkoda Silver Sea 2 Yotin Kuarabiab kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu kasus tindak pidana perikanan atau illegal fishing oleh Kapal MV Silver Sea 2 yang dinahkodai Yotin Kuarabiab saat ini sudah masuk tahapan putusan. Sidang dengan agenda pembacaan putusan dijadwalkan berlangsung Kamis (19/10) besok.

“Perkara Kapal MV Silver Sea 2 hanya menunggu putusan akhir dari majelis hakim. Kalau tidak salah dibacakan Kamis besok,” kata Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Aceh Fadhlul Azmi SH kepada Serambi kemarin.

Dia menjelaskan semua tahapan sudah selesai. Bahkan, nahkoda kapal telah dituntut dengan denda Rp 500 juta karena terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan di wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE). Sementara barang bukti kapal dirampas untuk negara.

Fadhlul menjelaskan setiap warga negara asing yang melakukan tindak pidana perikanan di ZEE tidak bisa ditahan kurungan badan sesuai dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS). Kepada terdakwa hanya bisa dikenakan pidana denda dan barang buktinya dirampas untuk negara jika dinyatakan bersalah oleh majelis hakim.

“Kasus ini dari awal terus kita kawal, kalau dibilang jangan sampai masuk angin, kita juga tidak mengerti maksudnya sementara kita sudah berjuang secara maksimal hingga ke pengadilan. Mengenai putusan itu terserah hakim,” ujarnya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help