Utang RI Naik Rp 1.282 Triliun dalam 3 Tahun

"Kalau meminjam untuk sesuatu yang produktif, itu pada dasarnya (masih) oke," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian

Utang RI Naik Rp 1.282 Triliun dalam 3 Tahun
Iwan Supriyatna/Kompas.com
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution di Jakarta, Senin (21/11/2016). 

JAKARTA - Utang pemerintah terus menggunung. Per akhir September 2017, tercatat sudah mencapai Rp 3.886 triliun. Bila dihitung dari akhir 2014, maka utang pemerintah sudah bertambah Rp 1.282 triliun.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, utang pemerintah tersebut digunakan untuk berbagai hal yang produktif. Dengan begitu, penambahan utang bukan suatu hal yang perlu dikhawatirkan.

"Kalau meminjam untuk sesuatu yang produktif, itu pada dasarnya (masih) oke," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Menurut Darmin, dana dari utang memang digunakan pemerintah untuk membantu pembangunan infrastruktur secara masif di seluruh wilayah di Indonesia. Mulai dari jalan hingga pelabuhan.

Namun Darmin menilai pemerintah tidak bisa mengalkulasi apakah pembangunan infrastruktur sudah seimbang atau belum dengan jumlah utang yang ditarik dalam kurun waktu 3 tahun ke belakang.

Soal dampaknya, Darmin mengatakan bahwa dampak pembangunan infrastruktur tidak akan dirasakan dalam waktu dekat namun dalam jangka panjang.

"Utang digunakan untuk yang produktif. Kalau konsumtif itu misalnya untuk subsidi BBM, itu kan konsumtif. Kalau ini kan enggak karena kita digunakan untuk pembiayaan (pembangunan infrastruktur)," kata Darmin.

Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved