SerambiIndonesia/

Adi Laweung Tanggapi Azhari Cagee

Manuver politik yang dilakukan anggota Komisi I DPRA, Azhari Cagee, yang menilai ada kepentingan politik

Adi Laweung Tanggapi Azhari Cagee
Suadi Sulaiman 

* UUPA Kepentingan Bersama
* PA Komit Melakukan Pengawalan

BANDA ACEH - Manuver politik yang dilakukan anggota Komisi I DPRA, Azhari Cagee, yang menilai ada kepentingan politik pribadi dalam upaya mempertahankan UUPA ditanggapi oleh Juru Bicara (Jubir) Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh, Suadi Sulaiman alias Adi Laweueng.

Dikatakannya, tugas mengawal UUPA itu bukan menjadi tanggung jawab pribadi Anggota DPRA, tetapi tanggung jawab bersama DPRA sebagai lembaga perwakilan rakyat. “Dalam hal ini kita tidak berbicara personaliti, melainkan tugas secara kelembagaan DPRA,” katanya kepada Serambi, Kamis (19/10).

Sebelumnya diberitakan, di tengah gencarnya upaya DPRA mempertahankan pasal-pasal UUPA yang dicabut melalui UU Pemilu, datang komentar mengejutkan dari Azhari Cagee. Ia menilai, ada kepentingan politik pribadi dalam upaya tersebut.

“UUPA harus dipertahankan karena kekhususan, bukan karena kepentingan. Jangan pertahankan UUPA setengah-setengah untuk hal-hal tertentu saja, tapi harus dalam semua bidang yang mencakup semua persoalan Aceh,” kata Anggota Komisi I DPRA ini kepada Serambi, Rabu (18/10).

Komentar Azhari Cagee ini tentunya sangat bertolak belakang dengan apa yang sedang dilakukan rekan-rekannya di DPRA. Sebagaimana diketahui, DPRA secara kelembagaan sedang melakukan gugatan uji materi atau judicial review UU Pemilu ke MK karena telah mencabut dua pasal UUPA.

Adi Laweueng mengatakan bahwa Partai Aceh sejak dari awal sudah komit untuk mengawal pelaksanaan UUPA yang notabenenya adalah turunan dari proses perdamaian Aceh. Jadi sampai kapan pun, PA akan mengawalnya.

“Sejak Partai Aceh memiliki kursi di DPRA, tanggung jawab pengawalan menjadi salah satu tugas dan fungsi kelembagaan DPRA. Buktinya, saat pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan UUPA selalu melalui sidang paripurna,” kata Adi Laweung.

“Kita selalu menyarankan kepada fraksi kita (Partai Aceh) di DPRA agar menjaga komunikasi sesama anggota. Begitu juga dengan lintas fraksi, bahkan dengan seluruh anggota DPRA, serta dengan seluruh stakeholders,” pungkas Adi Laweung.

Terpisah, Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat Suara Rakyat Aceh (DPP-SURA), Murdani Abdullah, mengatakan, pihaknya memberi apresiasi yang tinggi kepada pihak-pihak yang menggugat pencabutan dua pasal UUPA di Mahkamah Konstitusi (MK).

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help