Adi Laweung Tanggapi Azhari Cagee

Manuver politik yang dilakukan anggota Komisi I DPRA, Azhari Cagee, yang menilai ada kepentingan politik

Adi Laweung Tanggapi Azhari Cagee
Suadi Sulaiman 

“Bukan hanya dewan dari PA, tapi juga ada Tiong dari PNA dan Komisioner KIP se-Aceh. Kepada mereka ini, kami memberi apresiasi yang tinggi. Ini karena mereka sadar bahwa UUPA harus dijaga serta dikawal dengan baik, karena UUPA adalah marwah serta kekhususan Aceh,” ujar Murdani.

“Kami sangat mendukung setiap langkah yang diambil oleh para pihak ini mempertahankan UUPA. Kami juga menyesalkan ada oknum yang memandang langkah yang sedang ditempuh di MK sebagai kepentingan pribadi. Bagi kami, pemikiran ini sangat kolot dan naif,” kata Murdani lagi.

Gugatan di MK, kata Murdani, adalah langkah yang tepat bagi Aceh untuk mempertahankan UUPA. Langkah ini juga menunjukan bahwa ada perlawanan dari Aceh sehingga Pemerintah Pusat tidak serta merta membuat kebijakan yang merugikan Aceh. “Karena kalau dibiarkan maka kedepan UUPA akan kembali dicabut. Saat seperti ini, seharusnya semua komponen di Aceh bersatu padu. Bukan malah ditusuk dari dalam sehingga timbul kesan bahwa Aceh sangat tidak solid,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pusat Mahasiswa Pemuda Peduli Perdamaian Aceh (M@PPA), Azwar A Gani menyatakan bahwa pernyataan Azhari Cagee yang menyatakan adanya kepentingan pribadi dalam membela UUPA di MK tidak patut disampaikan ke publik.

“Pernyataan Azhari Cagee tidak layak untuk diungkapkan kepada publik, karena ini membuka aib sendiri. Azhari Cagee jangan menepuk air didulang, karena pasti akan kena muka sendiri,” kata Azwar bertamsil dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Serambi, Kamis (19/10).

Azwar menilai, meski komentar Azhari Cagee tersebut tidak secara jelas ditujukan kepada siapa, namun publik sudah mengetahui ke mana arah komentar tersebut dialamatkan. Sebagaiman diketahui, pihak yang mengadvokasi UUPA di MK juga rekan-rekannya di DPRA.

Pihaknya meminta Azhari Cagee jangan memperkeruh suasana, di tengah panasnya polemik atas pencabutan dua pasal UUPA tersebut. “Kenapa Azhari Cage memperkeruh suasana? Sedangkan punca masalah pencabutan UUPA karena kaburnya masalah konsultasi yang sudah diatur dalam Perpres. Kenapa tidak masalah ini saja yang didorong untuk dibahas di DPRA?” tanya Azwar.

Sementara Ketua Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA), Zulfikar, menyesalkan pernyataan Azhari Cagee. “Kami menilai statement Azhari Cagee sangat tidak layak, Cagee telah menusuk DPRA dari belakang,” katanya.

Padahal, sambung dia, gugatan UU Pemilu ke MK telah diputuskan melalui paripurna DPRA. Namun, Azhari Cagee yang juga anggota DPRA malah mencoba mencari panggung sendiri dengan menyalahkan pihak yang telah mengadvokasi UUPA.(yos/mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved