Nasabah BRI Takegon Demo

Para nabasah Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Takengon, Aceh Tengah menggelar demo di depan

Nasabah BRI Takegon Demo
Kepala BRI Cabang Takengon, M Husin Armansyah memberikan penjelasan kepada para pengunjuk rasa yang menggelar aksi demo di depan kantor BRI, Kamis (19/10). Massa menuntut agar uang serta sertifikat tanah yang digelapkan oleh oknum karyawan BRI setempat, agar bisa dikembalikan. SERAMBI/MAHYADI 

* Tuntut Pengembalian SHM

TAKENGON - Para nabasah Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Takengon, Aceh Tengah menggelar demo di depan kantor BRI, Jalan Yos Sudarso, Blangkolak,, Kamis (19/10). Mereka yang didampingi aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menuntut pengembalian sertifikat hak milik (SHM), karena kredit sudah dilunasi.

Bukan itu saja, mereka juga menuntut kepastian mengenai uang dan agunan SHM tanah yang digelapkan oleh seorang oknum karyawan BRI, bernama Febri. Para pendemo sembari berorasi, membawa selembar spanduk bertuliskan BRI Cabang Takengon harus bertanggung jawab terhadap kelakukan seorang oknum karyawan BRI Cabang Takengon yang telah merugikan puluhan warga.

Febri, sebelumnya bertugas sebagai mantri di BRI Unit Jagong Jeged dan dituding telah menggelapkan sertifikat tanah milik nasabah dan sampai saat ini, belum juga dikembalikan. Alhasil, sekitar 42 warga dari Kecamatan Jagong Jeged dan Atu Lintang, merasa dirugikan.

“Sebagian nasabah ini telah melunasi kreditnya, tetapi sertifikat tanah tak juga dikembalikan oleh pihak BRI,” kata seorang aktivis GMNI, Mulyadi. Dalamorasinya, dia menyatakan masyarakat telah dirugikan hingga mencapai angka sekitar Rp 1,2 miliar.

Digelarnya aksi tersebut, lantaran oknum karyawan tersebut, membawa nama BRI Cabang Takengon. “Kenapa warga mau menyerahkan sertifikat itu, karena Febri membawa nama BRI, makanya, kami menuntut kemari,” kata Mulyadi. Dalam aksi, sempat terjadi perdebatan antara para pendemo dengan pimpinan BRI Cabang Takengon.

Namun, Wakapolres Aceh Tengah, Kompol Warosidi yang menjaga proses aksi demo, mencoba menengahi perdebatan tersebut. Warga tetap bersikukuh, agar sertifikat dan uang yang telah digelapkan oleh Febri bisa dikembalikan oleh pihak BRI.

Di hadapan para pendemo, Kepala BRI Cabang Takengon, M Husin Armansyah, mengklaim bahwa nilai kerugian yang ditimbulkan tidak sebesar yang disangkakan oleh warga. Namun, katanya, BRI tetap bertanggungjawab untuk menyelesaikan kerugian yang diderita para nasabah.

“Bagi yang memiliki bukti, sebagian sudah kita selesaikan. Artinya, kita tetap bertanggungjawab, sepanjang ada bukti,” katanya. Dia menyatakan untuk nasabah yang telah menyetorkan uang, namun tanpa ada tanda bukti, telah ditangani oleh pihak divisi hukum kantor wilayah dan akan diganti sepanjang ada keputusan dari pengadilan.

“Nah, keputusan pengadilan inilah yang akan menjadi dasar untuk membayar uang bapak-bapak. Saya malah bingung, kok jadinya seperti ini, padahal arahanya sudah jelas,” ujarnya. Dia menjelaskan BRI juga akan menuntut oknum mantan mantri KUR, Febri, karena juga pihak yang dirugikan oleh oknum tersebut.

“Kemarin sudah disarankan agar, bagi mereka yang telah menyerahkan uang kepada Febri, tetapi tidak ada bukti, agar bisa melaporkan ke pihak berwajib. Jadi, agunan dikembalikan tanpa dasar, ya tidak bisa,” sebut M Husin Armansyah.

Berkaitan dengan kasus tersebut, katanya, oknum karyawan tersebut telah di PHK, namun, beberapa karyawan lainnya juga dipecat, tetapi tidak ada kaitanya dengan kasus tersebut. “Febri di PHK memang karena kasus itu. Nah, ada beberapa karyawan lain yang dipecat, karena kasus disiplin dan tidak ada kaitanya dengan kasus ini,” jelasnya.

Setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari pimpinan BRI, para pengunjuk rasa yang terdiri dari para nasabah tidak merasa puas. Bahkan mereka meminta untuk bisa difasilitasi berjumpa dengan mantan mantri BRI Unit Jagong Jeged. Tetapi, setelah berdebat panjang, akhirnya masa membubarkan diri sembari menunggu keputusan selanjutnya.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved